Breaking News

Rizal: “Saya Maju Tanpa Mahar Politik”

Meski terkesan dadakan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebut, tampilnya dia sebagai calon wakil gubernur mendampingi Andi Sofyan Hasdam, jauh dari istilah politik transaksional.

Menurutnya, langkah dirinya memilih maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018, muncul sebagai tawaran yang disodorkan koalisi Partai Golkar dan NasDem. Khususnya pasca Nusyirwan Ismail tutup usia.

Pernyataan ini disampaikan orang nomor satu di Kota Minyak tersebut, menanggapi pernyataan awak media terkait adanya isu politik transaksional di balik ditunjuknya dia sebagai cawagub bagi Andi Sofyan Hasdam.

“Saya diminta Partai Golkar dan NasDem mendampingi pak Sofyan Hasdam. Dan itu tanpa ada mahar politik apapun,” kata Rizal, Sabtu (3/3) kemarin.

Kata dia, baik Partai Golkar, NasDem, dan tim pemenangan ANNUR hanya meminta kepada dirinya, agar bekerja ekstra untuk memenangkan nomor urut satu di Pilgub Kaltim. “Karena itu, saya mencalonkan diri sebagai cawagub membawa aspirasi masyarakat Kota Balikpapan,” katanya.

Ditanya, siapa yang pertama kali mengajaknya menjadi cawagub?. Rizal mengaku, dirinya pertama kali dihubungi dan disambangi Calon Gubernur (Cagub) Kaltim, Andi Sofyan Hasdam. Dari itu, ia meminta restu pada istri, anak, keluarga terdekat, dan tokoh masyarakat.

“Alhamdulillah semua keluarga sepakat saya maju sebagai cawagub. Sebelum ini saya juga sudah meminta restu pada masyarakat Balikpapan, mereka sepakat saya mendampingi pak Sofyan Hasdam,” ungkapnya.

Rizal sendiri mengaku, dirinya sejatinya sudah tidak pernah berpikir lagi berkompetisi di Pilgub Kaltim. Khususnya pasca gagal bersanding dengan Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang.

Sejak saat itu, ia mengaku, dirinya hanya ingin fokus membangun Balikpapan. “Tak terpikir oleh saya untuk kembali maju di pilgub. Yang saya pikirkan hanya menyelesaikan tugas, membangun Balikpapan, dan menyukseskan pilgub,” katanya.

Diakui, sebelum gagal maju dengan Jaang, dirinya sempat mendapat tawaran dari Sofyan Hasdam untuk mendampinginya di Pilgub Kaltim. Namun saat itu, ia memilih menolak karena memegang komitmen sebagai cawagub bagi Jaang.

“Saya hormat sama semua paslon, termasuk pak Jaang. Makanya ketika ditawarkan Pak Sofyan, saya tidak menerimanya saat itu. Karena sejak awal saya sudah mendapat kepastian maju bersama pak Jaang,” ujarnya.

Kendati demikian, Rizal enggan bernostalgia dengan dinamika politik yang telah terjadi. Ia mengaku, saat ini dirinya ingin fokus memenangkan suara di Balikpapan bersama Andi Sofyan Hasdam.

“Saya dan pak Sofyan Hasdam membagi tugas. Saya di Kaltim bagian selatan. Pak Sofyan di bagian utara. Itu konsepnya. Tapi nanti bisa saja kami berbagi tugas,” ucapnya. (*/um/drh)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Baca Juga

Close
Back to top button