Advertorial

Tanjung Prancis Potensi Tingkatkan PAD 

SANGATTA – Anggota komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Herlang Mappatitti  gencar promosikan wisata Tanjung Prancis. Menurut dia, wisata tersebut dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kutim  bila serius dikelola.

Dalam realisasi tersebut, dia pun menggelar pertemuan dengan Dinas Pariwisata Kutim dan Taman Nasional Kutai (TNK), di kantor Dinas Pariwisata, Rabu (7/3) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Herlang memaparkan, sudah membangun tiga akses jalan baru menuju Tanjung Prancis. Ketiganya dapat dilintasi melalui Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutim. Yakni, jalur di depan Kantor Camat Sangatta Selatan hingga ke Muara Gabus, lalu jalur sekitar tambak di Sangatta lama yang tembus ke Sungai Netherland (eks Sungai Buaya), dan di sekitar Sangatta Lama.

Tiga jalur baru itu, menurut Herlang, akan mempermudah akses wisatawan. Sebab, sebelumnya hanya terdapat satu jalur, yaitu melalui Teluk Lombok di Desa Sangkima. Namun dikatakan Herlang, di tempat tersebut bisa saja berbahaya karena masih terdapat gelombang laut yang tak menentu. Sedangkan, tiga jalur baru di Desa Sangatta Selatan, tidak ada gelombangnya sehingga aman digunakan untuk berwisata, baik itu banana boat dan sejenisnya.

Legislator Hanura tersebut pun berharap, dari pertemuan itu dapat menghasilkan progres pembangunan. Sebab, banyak daerah yang tidak memiliki keindahan wisata, sementara Kutim punya potensi yang bisa dijual. Ini harus disyukuri dengan cara mendukung perkembangannya dengan melakukan progres pembangunan.

Dikatakannya pula, di Tanjung Prancis tak ada ganti rugi lahan, sehingga penggarapannya lebih mudah. Maka dari itu, dalam memajukan wisata tersebut, ia akan meminta dukungan pemerintah pusat karena pulau itu merupakan bagian dari kawasan TNK.

“Banyak calon mitra yang sudah siap mendukung permodalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I TNK Boedi Isnaini mengatakan, mendukung adanya pariwisata Tanjung Prancis di TNK. Sejatinya hal itu dapat memudahkan mengelola TNK yang begitu luas. Kemudian hasil dari pemasukan pariwisata, dapat pula masuk ke dalam kas negara menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Senada, Kasubbid Perekonomian dan Pariwisata Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim Deni Hendi menyatakan, pihaknya sangat mendukung Tanjung Prancis yang digagas Herlang untuk menjadi salah satu destinasi wisata utama Kutim. Karena menurut dia hal tersebut dapat membantu meningkatkan perkembangan daerah. (ver/adv)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button