Breaking News

Terkendala Jaringan Internet, 7 Sekolah Terpaksa Numpang UNBK 

SANGATTA – Siswa SMKN 2 Sangatta Utara terpaksa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah lain. Sebab jaringan internet di sekolah mereka belum memadai.

Siswa SMKN 2 mengikuti ujian yang diselenggarakan di SMAN 1 Sangatta Utara. Namun secara keseluruhan ada delapan sekolah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sudah menerapkan ujian berbasis komputer. Namun mengalami kendala jaringan internet. Untuk itu dalam melaksanakan UNBK tersebut, tujuh sekolah terpaksa harus menumpang di sekolah lain, kecuali satu sekolah yang berada di Bengalon.

Kepala Sekolah SMKN 2, Taufik Hidayat menjelasakan dalam pelaksanaan UNBK tersebut pihaknya telah mengikuti selama 2 tahun, namun sayangnya pelaksanan itu belum bisa digelar di sekolahnya sendiri, lantaran masih terkendala jaringan internet.

“Untuk fasilitas komputer kami sudah siap dan lengkap. Tapi sangat disayangkan, pasalnya masih terkendala jaringan,” ujarnya saat ditemui di SMAN 1, Selasa (3/4).

UJIAN: Siswa SMK 2 Sangatta Utara sedang melaksanakan UNBK Selasa (3/4).(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST.)

Menurut Taufik, pihaknya selalu melakukan upaya agar dapat melaksanakan ujian di sekolah sendiri. Ia mengatakan pada 2018 ini semua kebutuhan untuk memenuhi pelaksanaan UNBK dipastikan dapat selesai.

“Kami tidak tinggal diam, tahun ini segala sesuatu pendukung untuk melaksanakan UNBK segera di atasi termasuk jaringan. Saya yakin tahun depan kami akan melaksanakan UNBK di sekolah sendiri,” paparnya.

Selain permasalahan jaringan, ia menceritakan kendala lain yang dialaminya, salah satunya keterbatasan komputer di sekolah tersebut. Hal itu menjadikan UNBK di bagi menjadi 3 gelombang dan dua ruangan.

“Kami berupaya mengurangi kendala dengan cara membawa 36 komputer dari sekolah kami, sebagai tambahan guna kelancaran UNBK. Selain itu dikarenakan jumlah siswa kami terbilang banyak, jadi siswa dibagi menjadi dua kelas dan tiga gelombang,” jelasnya.

Rencana pelaksanaan UNBK yang akan di gelar selama empat hari tersebut akan mengujikan sebanyak empat mata pelajaran. Ia mengakui telah melakukan kordinasi dengan PLN guna menghindari gangguan pada saat pelaksanaan UNBK.

“Kami sudah berkordinasi dengan PLN agar tidak terjadi mati lampu. Kami meminta jika ada pemadaman, agar tidak memadamkan di wilayah sekolah. Tidak hanya itu, kami juga menyediakan genset untuk berjaga-jaga,” tandasnya.

Ia mengungkapkan harapannya agar pelaksanaan ujian tersebut dapat berjalan lancar walaupun harus meminjam gedung sekolah lain. “Saya berharap anak-anak dapat lulus dengan nilai baik walaupun harus menumpang di sekolah lain,” kata Taufik. (*/la)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Baca Juga

Close
Back to top button