Breaking News

Warga Keluhkan Kutim Minim Hiburan

SANGATTA – Minimnya minat warga mendatangi Sangatta Town Center (STC) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) merupakan salah satu dampak dari perubahan ekonomi di wilayah tersebut. STC yang merupakan salah satu  penggerakkan ekonomi masyarakat Sangatta, saat ini minim pengunjung.

Direktur Operasional, Herwanto mengatakan, STC yang sudah berdiri sejak Juli 2004 tersebut dulunya menjadi kebanggaan tempat berbelanja masyarakat Kutim, sayangnya dari perubahan perekonomian yang terjadi di Kutim saat ini menyebabkan STC sepi.

Menurutnya, kondisi minim pengunjung tersebut, lantaran pesatnya perubahan teknologi yang canggih. Pasalnya pelanggan sudah mulai dimanjakan dengan sistem belanja online. Dimana pelanggan  bisa melakukan transaksi dengan mudah dan cepat.

“Sekarang kan kita tinggal di masa yang serba instan. Mau apapun tinggal memesan via handphone. Hal tersebut menjadi salah satu pesaing berat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (7/4).

Namun Herwanto tidak tinggal diam, dirinya akan terus melakukan pembenahan untuk menarik investor, agar dapat membangun kerja sama. Upaya lainpun sudah dilakukannya, seperti bermitra dengan departemen store ternama maupun  berjualan barang tradisional dari pengrajinnya langsung, yang didatangkan dari daerah asalnya masing-masing.

“Sebelumnya kami sudah coba bekerja sama dengan toko fashion seperti Matahari maupun Ramayana tapi tetap sepi. Terus kami berjualan barang grosir langsung dari Jawa, tetap tak kunjung ramai. Itu kendalanya, saya masih bingung terhadap gaya hidup masyarakar kita. Bahkan saat ini kami sedang melakukan renovasi, mulai dari perbaikan AC, listrik, maupun bangunan bagian dalam sudah masuk dalam upaya pengecatan. Semua itu dilakukan agar masyarakat tidak terus keluar kota,” ungkapnya.

Dirinya mengakui beberapa investor  sudah mulai melirik, bahkan pihaknya akan menjalin kerja sama dengan bioskop XXI dan talent lainnya. Menurut Herwanto, Kutim merupakan daerah kaya akan hasil bumi, seperti sumber daya energi minyak mentah, terlebih lagi batu bara.

“Kutim ini kaya, bahkan di sini ada salah satu perusahaan tambang besar dunia. Tentu saja banyak yang diuntungkan dari situ. Jika banyak investor yang masuk tentu saja masyarakat mempunyai banyak tempat hiburan. Selain itu masyarakat dapat membelanjakan uangnya di daerah kita sendiri. Jadi tidak harus jauh-jauh untuk mencari hiburan ke kota tetangga,” paparnya.

Menurutnya, dirinya akan terus mengembangkan manajemen usahanya. Hal tersebut bertujuan untuk mengembangkan ekonomi Kutim lebih maju. “Kami masih punya lahan di Jalan Pinang Dalam Sangatta Utara seluas dua hektar, rencananya mau bangun disana jika banyak investor yang ingin bermitra. Kan lumayan, bisa membuka lapangan pekerjaan baru untuk warga,” jelasnya.

Salah seorang operator alat berat perusahaan batu bara di Sangatta, Yubi mengatakkan, dirinya sangat senang dapat bekerja di perusahaan dengan upah tergolong tinggi. Namun minimnya tempat rekreasi menjadi keluhan untuknya.

“Gaji saya dapat dikategorikan banyak, namun jika berlibur uang akan cepat habis. Karena harus belanja di luar daerah,” tandasnya.(*/la)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button