Breaking News

Maskapai Tak Berikan Dispensasi

SANGATTA – Pesawat Perintis Karavian yang melayani rute Sangatta-Balikpapan kembali terbang sejak Selasa (16/4) kemarin.  Pesawat yang sempat rusak dua pekan tersebut sudah beroperasi.

Sayangya Kutim tak mendapatkan kompensasi penambahan jadwal terbang. Padahal sebelumnya Bupati Kutim Ismunandar berharap agar pihak maskapai memberikan kompensasi untuk mengganti penerbangan yang hilang selama pesawat rusak.

Dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)  Kutim,  Ikhsanuddin Syerpi didampingi Sekretaris Dishub Teguh BS,  pesawat subsidi tersebut sudah berjalan normal seperti biasa.

“Alhamdulillah pesawat kita mulai hari ini (kemarin) sudah terbang.  Pagi ini mengudara setelah sempat berhenti dua minggu,” ujar Teguh saat menyampaikan informasi tersebut dalam Coffe Morning Pemkab Kutim di Ruang Meranti, kemarin.

Dirinya memastikan,  pesawat yang dapat menampung 10 orang tersebut tak lagi mengalami masalah seperti sebelumnya.  Semua sudah sesuai dengan yang diharapkan.

“Jadwal tidak berubah.  Tidak ada juga kompensasi.  Jadi tidak ada masalah sudah.  Doakan saja berjalan lancar.  Sehingga masyarakat dapat menikmati pesawat ini,” katanya.

Adapun jadwal penerbangan tersebut ialah,  untuk tahap 1, pada hari Senin, Selasa, Kamis, Jumat, Sabtu. Yakni pada minggu pertama dan  ke  3 setiap bulan. Pada Pukul,  07.40 – 08.30 Balikpapan-Sangatta dan Pukul 08.40 – 09.30 Sangatta-Balikpapan.

Sedangkan tahap 2 ialah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu pada minggu ke 2 dan 4 setiap bulan. Yakni Pukul 07.40 – 08.30 Balikpapan-Sangatta dan Pukul 08.40 – 09.30 Sangatta Balikpapan.

Adapun harga tiket untuk Balikpapan – Sangatta adalah sebesar Rp. 436.100 dan Sangatta-Balikpapan Rp. 380.000.

Sebelumnya,  penerbangan perintis Bandara Tanjung Bara Sangatta kembali menjadi sorotan. Pasalnya,  baru saja penerbangan perdana diluncurkan secara resmi pada 28 Maret,  pesawat maskapai Susi Air tersebut sudah berhenti melakukan penerbangan. Penyebabnya,  karena adanya kerusakan pada pesawat.

Bupati Kutim Ismunandar pun langsung mencoba melakukan tindakan, yakni menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim untuk menyurati Susi Air untuk meminta kejelasan.

Bahkan,  dirinya meminta kompensasi selama tidak terjadinya penerbangan di Kutim. Salah satu tawarannya ialah menambah jadwal penerbangan selama enam hari.  Mulai Senin hingga Sabtu.

“Ya harus ada kompensasi. Paling tidak menambahkan waktu terbang,” kata Ismu.

Kadishub Kutim Ikhsanuddin Syerpi melalui Kepala Bidang Udara Chairudin menjelaskan Dishub telah berkoordinasi dengan Susi Air terkait masalah tersebut.

Disampaikan bahwa saat ini masih belum dapat terbang dikarenakan adanya kerusakan. Namun pihak maskapai saat ini telah melakukan proses perbaikan. Sayangnya, alat yang diperlukan masih menunggu karena harus dipesan terlebih dahulu.

“Kami sudah menghubungi pihak Susi Air selama bebearapa hari terakhir ini. Katanya mereka telah berusaha melakukan perbaikan, tapi memang alat yang dipesan masih membutuhkan waktu karena harus dipesan terlebih dahulu. Karena harus sesuai dengan seri nomor pesawat, tidak boleh sembarangan karena menyangkut keselamatan,” katanya.

Lebih lanjut Chairudin menerangkan bahwa Susi Air yang melayani penerbangan perintis di Kaltim dan Kaltara hanya terdapat  tiga pesawat. Untuk saat ini dua  pesawat sedang dalam keadaan rusak.  Jadi hanya satu saja yang beroperasi.

“Sehingga ini berpengaruh terhadap jadwal penerbangannya di Kaltimra. Untuk itu kami berharap masyarakat Kutim dapat bersabar hingga pesawat bisa terbang lagi,” katanya.

Diketahui, sebelum diluncurkan pada 28 Maret, penerbangan tersebut sempat terkendala persoalan teknis, yaitu tak adanya tenaga khusus untuk menangani lalu lintas dan kontrol penerbangan di Bandara Tanjung Bara tersebut. Padahal, lelang sudah menemukan pemenangnya yakni Susi Air, sejak awal Maret.

Adapun pesawat tersebut meyediakan bangku berkapasitas delapan penumpang dengan satu turbin. Jadwal terbang dari Senin-Jumat, yakni jalur Sangatta-Balikpapan dan sebaliknya, dengan kecepatan saru jam perjalanan. (dy)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Back to top button