Feature

Mengenal Christian Kustedi, CEO Muda Perusahaan Reseller

Setiap orang pastinya memiliki pola kesuksesan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan Christian Kustedi. Menjadi CEO dan co-Founder dusdusan.com, sebuah platform komunitas reseller yang memiliki lebih dari 40.000 reseller aktif se-Indonesia, salah satunya di Kota Tarakan. Perjalanan yang dilaluinya tidaklah mudah. Berikut kisah perjalanan yang penuh inspirasi.

AYU LYSNA

MESKI lahir di Jakarta, Christian menghabiskan masa sekolah di Tangerang, Banten. Pria kelahiran 1 Januari 1986 itu menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di provinsi tetangga.

Sang ayah menjalankan bisnis sendiri dengan membuka bengkel untuk kendaraan mobil kala itu. Perlahan-lahan berkembang dan makin besar.

Tetapi pada 1998, bisnis sang ayah terdampak krisis. Dari titik itulah mulai turun. Bengkel mulai menjamur.

Ia menceritakan, setelah menuntaskan sekolah, melanjutkan ke jenjang kuliah dengan mengambil jurusan desain grafis di Universitas Pelita Harapan, Karawaci. Sesuai dengan harapan, kuliahnya berjalan lancar. Bahkan, sejak semester II, Christian kerap ditawari pekerjaan di paruh waktu. “Karena memang saya menyukai bidang tersebut,” ungkapnya.

Hingga masuk ke semester VI, ia membuka studio desain bernama Kamarupa yang menerima jasa grafis dan web design bersama dua partner-nya di perkuliahan. Berjalan hingga sekarang, akhirnya bertemu dengan dua orang klien yang kini menjadi partner-nya di dusdusan.com.

“Dari Kamarupa saya berkenalan dengan klien yang akhirnya menjadi partner bisnis. Jadi, selama 10 tahun bekerja, kami merancang proyek simple hingga brand development. Akhirnya kami duduk bareng dan sepakat berkolaborasi di dusdusan.com,” paparnya.

Terbentuk pada tahun 2014 akhir lalu, bisnisnya itu menjalani masa panjang. Christian mengaku, sudah dua kali berganti model bisnis. Awalnya hanya sebagai online distribution untuk pabrik.

“Tapi sistem B to B ini hanya dijalankan dua bulan. Respons market kurang bagus, kami kemudian pivot menjadi B to C yang kemudian jalan selama kurang lebih enam bulan,” tuturnya.

“Sistem kedua ini cukup baik, pertumbuhannya naik terus tetapi kami merasa terlalu berat karena menjual barang dengan harga murah. Terlalu tinggi biayanya,” tambahnya.

Namun, seiring berjalannya waktu dengan fase enam bulan tersebut, timnya mulai bangkit dengan mulai mempertajam dari bisnis model dan produk diubah menjadi full reseller. Pria berkacamata ini memaparkan bahwa pada tahun 2017 baru perusahaannya benar-benar diresmikan.

“Saat itu, ada orang yang membeli produk yang sama berkali-kali untuk dijual kembali. Akhirnya, kami mulai fokus satu titik menjual banyak, makanya namanya dusdusan karena belinya tidak hanya satuan,” katanya.

Saat ini, fokus Christian adalah terus mengembangkan usaha yang dibinanya. Tak hanya sebagai CEO dusdusan.com, pria yang murah senyum ini juga masih menjalankan studio Kamarupa miliknya. Berbagai usaha yang dilaluinya ini memang tidak mudah. Terbukti, saat ia mengungkapkan bahwa mulai duduk di bangku SMA sangat suka berdagang dan membangun jaringan. Kala itu, Christian memang kerap membuat merchandise.

“Saya buat merchandise baju, banyak sekali yang memesan kala itu”, tuturnya.

Hal ini terus dilakukannya hingga masuk ke dunia perkuliahan. Diakuinya, merchandise yang ditawarkan sangat banyak peminatnya, penjualannya pun terus meningkat. Hingga ia ditegur pihak kampus, tapi teguran itu tidak membuatnya mundur apalagi berhenti. Christian mulai mengembangkan usahanya dengan menawarkan merchandise ke dalam kampus-kampus lain.

“Saya selalu melihat peluang-peluang yang ada, ya selama merchandise resminya tidak ada, saya pasti akan ambil peluang itu, tapi kalau yang resmi sudah ada akan mencari peluang lain karena tidak ingin konsumen saya merasa dibohongi,” papar Christian.

Christian mengungkapkan, selain berjualan, ia juga hobi mendesain menyalurkan dan meningkatkan kemahiran. “Kalau saya desainnya biasa saja, tapi dua orang teman saya itu desainnya keren–keren, makanya saya rangkul mereka untuk buka studio Kamarupa ini,” tuturnya sambil tersenyum.

Kerjasama yang dijalin bersama dua rekannya sudah berjalan selama 10 tahun, usaha ini berjalan lancar karena semuanya berperan sesuai dengan keahlian kami masing-masing.

“Sebagai partnership, tentunya kami memiliki tugas yang berbeda-beda sesuai keahlian masing-masing pastinya. Saya tugasnya mencari klien karena memang saya hobi jualan, sedangkan kedua partner saya karena jago desain ya tugasnya mendesain sesuai keinginan klien,” tambahnya.

Christian sudah banyak menjalankan berbagai bisnis, tentu saja ada yang bertahan dan tidak, hingga akhirnya ia memutuskan untuk serius menekuni bisnis yang memang sesuai dengan hobinya yaitu desain dan berjualan.

Bisnis dengan konsep berjualan melalui online yang menjadi pilihan Christian pada akhirnya yaitu dusdusan.com dengan menggandeng partner yang berbeda. “Bisnis saya bisa sukses karena saya memiliki partner yang kemampuannya bersinergi satu sama lain, sehingga kekuatan kami berbeda tapi saling mendukung sehingga membuat bisnis kami kokoh hingga sekarang,” tandasnya. (***/lim/jpg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button