Internasional

Israel Bantah Mossad Bunuh Profesor Hamas

Jakarta – Kementerian Pertahanan Israel membantah badan intelijen mereka, Mossad, membunuh Fadi al-Batsh (34), seorang dosen di Universitas Kuala Lumpur yang juga anggota organisasi perlawanan Palestina, Hamas. Namun, mereka mengakui menyimpan kekhawatiran terhadap al-Batsh, karena dianggap berbahaya lantaran menguasai bidang elektronika dan rekayasa roket.

“Lelaki itu (al-Batsh) bukan malaikat dan dia tidak berurusan dengan pembangunan di Jalur Gaza. Dia justru terlibat mengembangkan akurasi roket,” ujar Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (22/4).

Avigdor malah menduga al-Batsh dihabisi karena dipicu pertikaian antara Hamas dan seterunya, Fatah. Dia mengaku tidak ambil pusing dengan tudingan dilontarkan oleh Hamas soal keterlibatan agen intelijen Mossad dalam pembunuhan terhadap al-Batsh.

“Kami sudah sering melihat bagaimana cara faksi-faksi di organisasi teroris itu menyelesaikan masalahnya, dan saya yakin hal itu yang terjadi saat ini. Kami sudah terbiasa dengan hal itu,” ujar Avigdor.

Mendiang Fadi al-Batsh adalah keponakan dari pemimpin organisasi Jihad Islam cabang Jalur Gaza, Khalid al-Batsh. Dia tewas setelah diberondong peluru yang dilepaskan dua orang tak dikenal, ketika dalam perjalanan menuju masjid di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (21/4) kemarin.

Saat itu al-Batsh hendak menunaikan salat Subuh. Dia sudah menetap di negeri jiran selama satu dasawarsa bersama keluarganya. Dia didapuk sebagai imam kedua di masjid dekat kediamannya itu.

Dari rekaman kamera pengawas terlihat, dua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor besar BMW diduga berkapasitas 1100cc sudah menunggu al-Batsh tidak jauh dari masjid. Mereka bercokol di sana sekitar 20 menit. Ketika al-Batsh muncul, pelaku langsung mendekat dan melepaskan tembakan.

Menurut Kepolisian Diraja Malaysia, al-Batsh tewas dengan sepuluh luka tembakan. Mereka menyatakan pelakunya adalah orang berkulit putih. Polisi meyakini keduanya merupakan agen intelijen asing.

Hamas Janji Membalas

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah, berjanji akan membalas kematian al-Batsh. Meski belum terbukti, dia yakin Mossad adalah dalang pembunuhan terhadap al-Batsh.

“Mossad tidak akan bisa lari dari kejahatan mereka. Kami akan bikin perhitungan dengan mereka. Kami tidak akan menyerah ketika anak-anak, muda-mudi, dan cendekiawan kami dibunuh,” kata Haniyah.

Kemarin Hamas menggelar upacara penghormatan kepada mendiang al-Batsh di kampung halamannya di Jabaliya, Jalur Gaza. Upacara itu dilakukan secara militer dipimpin oleh sepuluh orang pasukan Hamas, yang merupakan standar bagi orang-orang dianggap sebagai petinggi Hamas. Dia dianggap mati syahid.

Selain tudingan turut serta dalam pengembangan roket, Israel juga menuduh al-Batsh terlibat dalam proyek pembuatan pesawat nirawak (drone) Hamas. (cnn indonesia)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button