Bontang

May Day, Momentum Buruh Tingkatkan Produktivitas

Hari Buruh Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Mei juga dirayakan di Bontang. Wali Kota Bontang meminta buruh meningkatkan produktivitas. Karena semua yang diinginkan para buruh sudah tercantum dalam Undang-Undang (UU).

Di perayaan Hari Buruh, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengingatkan para buruh agar jangan sekadar menuntut hak dan gaji. Namun produktivitas harus ditingkatkan, sehingga ketika produktivitas tinggi hasil, produksi tinggi, maka perusahaan bisa membayar gaji buruh sesuai kesepakatan.

“Kalau produktivitas sudah baik dan meningkat, maka secara otomatis juga penghasilan perusahaan akan meningkat yang berdampak pada para karyawannya,” jelas Neni dalam sambutan dan arahannya di Stadion Bessai Berinta, Selasa (1/5) kemarin.

Sementara itu dari 9 orang yang melakukan orasi, salah satunya ada yang menyinggung terkait kesejahteraan. Kata Neni, kesejahteraan sudah diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 sudah mengatur tentang struktur dan skala upah. “Jadi sejak UU Nomor 13 Tahun 2003 ditandatangani pemerintah RI melalu menteri ketenagakerjaan bahwa perusahaan di dalam memberikan upah harus melihat analisa dan evaluasi jabatan juga strukturnya,” jelasnya.

Dalam UU tersebut, dikatakan Neni, upah standarnya sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP). Nah, untuk kabupaten dan kota bisa lebih tinggi tetapi tidak bisa lebih rendah. Neni bersyukur di Bontang sudah ada dewan pengupahan kota (depeko). Sehingga segala permasalahan harus diselesaikan dengan dialog. “Jadi May Day jangan buat keributan, lebih baik dialog. Karena demo juga tidak akan menghasilkan apa-apa,” ujarnya.

Dilanjutkan Neni, PT Badak NGL masuk wilayah Bontang tetapi Pama dan Indominco masuk 3 wilayah. Di mana SDA-nya milik Kukar, jalanannya milik Kutim, dan pelabuhan khususnya masuk di Bontang. Kata Neni, Bontang satu rupiah pun tidak mendapatkan uang dari pelabuhan khusus tersebut.

Nah, ketika Pemkot Bontang harus membuat regulasi, maka harus berkoordinasi dengan Kukar dan Kutim. Karena wilayahnya, izin, dan lain sebagainya bukan domain Bontang. Namun demikian, Bontang berbaik hati karena 8.000 buruh yang ada di Indominco, makan minum, tidur, juga pelayanan kesehatannya bisa diberikan oleh Pemkot Bontang.

Termasuk anak-anaknya yang diberikan baju, tas, sepatu gratis. “Saya ingin duduk bersama membicarakan apa yang diinginkan, karena tidak ada yang tidak mungkin jika kita menginginkan sesuatu yang baik,” pungkasnya. (mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button