Bontang

Gawat, Buaya Sering Berjemur di Belakang Rumah

BONTANG –  Kemunculan seekor buaya di bantaran sungai Jalan Imam Bonjol mulai dikhawatirkan warga. Reptil yang dikenal agresif ini, dipergoki kembali warga saat berjemur di bantaran sungai di Jalan Imam Bonjol, RT 40, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Jumat (4/5) kemarin.

Buaya muara dengan panjang mencapai 3 meter muncul di pinggir sungai yang juga area belakang rumah warga. Buaya jumbo tersebut tampak berjemur dengan membuka mulutnya yang lebar.

Warga yang tinggal di sekitar sungai tersebut mengatakan, pemandangan mendebarkan tersebut bukan yang pertama kalinya terjadi. Setiap pagi, mereka terkadang harus bersiap dikejutkan dengan munculnya hewan bernama latin Crocodylus Porosus tersebut.

Namun kemarin, buaya yang muncul lebih besar dari yang biasa warga lihat.  “Memang sering muncul buaya di sungai ini, tapi kecil saja. Yang ini besar sekali,” kata Jimmy, warga sekitar, kemarin (4/5).

Terpisah, Plt Kasi Pencegahan, Pengendalian, dan Penyuluhan Disdamkartan Bontang Yuli Masriyantika mengatakan, jika buaya tersebut dirasa mengganggu masyarakat bisa langsung menghubungi call center Disdamkartan di nomor 0548-28113.

Dikatakan Yanti—sapaannya— ketika dirasa meresahkan dan pada saat itu buaya tersebut muncul, warga harus segera menghubungi Disdamkartan. Jangan menunda-nunda. “Kami pernah dapat laporan ada buaya. Karena laporannya terlambat, akhirnya buayanya sudah pergi. Akhirnya petugas menunggu sampai magrib, namun buaya tidak muncul lagi ke permukaan,” jelas Yanti.

Yanti mengimbau kepada warga untuk menyimpan baik-baik nomor call center Disdamkartan. Karena jika buaya sudah mulai meresahkan, pihaknya siap turun untuk mengeksekusi buaya tersebut. “Oleh karena itu, masyarakat bisa mencatat dan menyimpan nomor telepon kami jika membutuhkan atau ada hal-hal yang terdesak dan membutuhkan penyelamatan,” tandasnya. (mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button