Kaltim

Rp 14 Triliun untuk Jembatan Balikpapan-PPU

SAMARINDA – Dana segar sebesar Rp 14 triliun akan digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan pemerintah pusat. Anggaran ini untuk merealisasikan pembangunan jembatan penghubung Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Rencananya proyek raksasan ini mulai dikerjakan akhir tahun 2018 ini.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, M Taufik Fauzi pada rapat koordinasi Gubernur Awang Faroek Ishak dengan para Bupati dan Wali Kota se-Kaltim, Senin (7/5) lalu. Pada kesempatan itu, Taufik menyebut, pembangunan jembatan tersebut akan dimulai November mendatang.

Pembangunan jembatan yang nantinya melintasi Teluk Balikpapan ini menyerap alokasi anggaran sebesar Rp 14 trilun. Dana tersebut berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltim dan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

“Jembatan Balikpapan-PPU itu segera dibangun. Bentuknya akan dibangun dengan konstruksi dua jalur. Kemudian ada untuk jalur sepeda motor dan pejalan kaki,” ungkapnya.

Kata dia, proyek tersebut telah mendapatkan persetujuan Menteri PUPR RI. Sedangkan pemrakarsa akan melibatkan PT Waskita Toll Road, PT Borneo Kaltim, Perusahaan Daerah (Perusda) Benuo Taka, dan Perusda Manuntung.

“Ada empat perusahaan konsorsium yang pemrakarsa jembatan tol Balikpapan-PPU ini. Sementara ini baru pencanangan dari Gubernur. Nanti pada saatnya Presiden akan melakukan groundbreaking,” ujarnya.

Sementara untuk dokumen teknis, kini sedangkan diproses Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Dokumen tersebut meliputi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan persyaratan teknis lainnya.

“Kalau Amdal sudah selesai ditangani Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim. Kemudian persyaratan lain sudah ditangani pihak terkait. Targetnya semua dokumen teknis selesai Mei ini,” sebut Taufik.

Sebelum dilaksanakan groundbreaking, seluruh dokumen teknis tersebut akan dievaluasi konsultan ahli. Para konsultan dihimpun dari konsultan independen yang berasal dari Hongkong. “Konsultan independen itu ditunjuk PT Waskita Toll Road. Mereka berasal dari Hongkong dan ahli jembatan Indonesia,” tambah dia.

Sebelum memulai pembangunan jembatan tol terpanjang di Kaltim itu, Menteri PUPR telah memerintahkan agar terlebih dulu dievaluasi konstruksi jembatan. Evaluasi tersebut bertujuan mematangkan seluruh konsep dan teknis pembangunan jembatan.

“Makanya sekarang ini PT Waskita Toll Road memberi pekerjaan pada konsultan independen dari Hongkong untuk bekerja. Batas waktunya 10 hari. Setelah itu, kami akan sampaikan hasilnya pada publik,” sebutnya.

Menanggapi pembangunan jembatan tersebut, Bupati PPU, Yusran Aspar mengungkapkan, groundbreaking akan dilakukan gubernur dan pemerintah pusat pada 13 Mei mendatang. Hal ini berdasarkan informasi yang dihimpun dalam rapat evaluasi proyek strategis nasional dan daerah yang dilaksanakan Senin (7/5) lalu,

Kata Yusran, setelah groundbreaking, tahapan pembangunan jembatan akan dilanjutkan pelelangan. Dia mengaku seluruh pembangunan jembatan akan dilakukan pembagian secara merata dari pemerintah daerah dan pusat.

“Paling besar dananya dari PT Waskita Toll Road. Kalau tidak salah 60 persen. PPU melalui perusda sebanyak 15 persen. Sementara Balikpapan sebanyak 5 persen. Provinsi 20 persen. Sekarang sudah ada penyertaan modal awal untuk pendirian perusahaan konsorsium,” ungkap Yusran. (*/um)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button