Breaking News

Pertanyakan Posisi Sofyan di Debat Pilgub, Sikap Isran Disayangkan

SAMARINDA – Debat publik kedua pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur  Kaltim yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim meninggalkan beragam catatan. Salah satu yang menarik perhatian masyarakat yakni pertanyaan yang dilontarkan calon gubernur (cagub) nomor urut tiga, Isran Noor pada cagub nomor urut 1, Andi Sofyan Hasdam.

Pada debat publik yang dilaksanakan di Jakarta pada Rabu (9/4) lalu, Ariyo Ardi dan Yulfitri Neysa selaku moderator memberikan kesempatan pada Isran untuk mengajukan pertanyaan pada Sofyan. Tak lama setelah diberikan waktu, Isran mengaku enggan melontarkan pertanyaan pada Sofyan.

Menurutnya, debat dengan beragam argumentasi tidak terlalu penting. Karena yang paling utama yakni pelaksanaan program. “Kalau nanti saya terpilih, banyak program yang akan saya laksanakan. Kadang dalam debat ini, kita terlalu banyak berbicara,” ujarnya.

Namun karena merasa berkewajiban, cagub yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu melontarkan pertanyaan yang membuat hadirin tertawa.

“Anda cagub ya?” tanya Isran. Kemudian secara spontan, Sofyan menjawab bahwa dirinya adalah cagub.

“Iya saya cagub,” jawab Sofyan dengan nada merendah.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Muhammad Jamal menuturkan, dirinya sangat menyayangkan pertanyaan yang dilontarkan Isran. Pasalnya debat publik ditonton jutaan masyarakat Indonesia.

“Tidak seharusnya Isran melontarkan pertanyaan itu. Ini forum resmi. Meskipun semuanya akrab, jangan sampai keluar kalimat seperti itu. Seakan debat menjadi candaan saja,” sebut Jamal, Kamis (10/5) kemarin.

Kata dia, pertanyaan tersebut mengandung unsur bias di forum resmi debat publik. Karena debat menjadi sarana bagi cagub dan cawagub menyampaikan visi, misi, dan programnya. Sehingga masyarakat dapat menjadikannya sebagai acuan untuk memilih.

“Pertanyaan itu saya anggap main-main. Tidak layak dilontarkan di debat publik. Walaupun ada keinginan untuk bergurau, tetapi itu bukan tempat yang tepat bagi Isran,” ucapnya. “Karena seharusnya dalam forum resmi seperti ini, cagub dan cawagub betul-betul menyampaikan visi, misi, dan programnya,” sambung Jamal.

Namun dalam penilaian lain, Isran bisa saja membawa suasana cair dalam debat publik tersebut. “Sehingga dia mengeluarkan kata-kata spontan seperti itu,” katanya.

Terkait pernyataan Isran tersebut, Ketua Badan Pengawas Pemilu Kaltim, Saipul Bachtiar mengungkapkan, dirinya akan terlebih dulu menilai dan mengkaji. Pasalnya, pertanyaan tersebut mengandung unsur candaan karena Isran mengaku bingung tidak memiliki pertanyaan.

“Kami akan dalami dan lihat dulu lebih jauh. Karena konteksnya itu apakah bercanda atau gimana. Kami juga agak bingung memahaminya. Tapi kalau dilihat dari gesturnya, beliau sedang bercanda,” sebut Saipul.

Dia mengingatkan, dalam debat publik ketiga nanti, cagub dan cawagub tidak boleh lagi melontarkan pertanyaan yang tidak memiliki kaitan dengan tema yang diangkat. Saipul menyarankan agar peserta debat publik lebih fokus mendalami visi, misi, dan program.

“Harusnya itu tidak lagi ada ya di debat berikutnya. Kami ingin debat publik ini dilakukan dengan serius dan sesuai tema yang diusung KPU,” sarannya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Isran Noor-Hadi Mulyadi, Bastian, tidak merespon sambungan telepon yang dilakukan media ini. Selain itu, Sarwono yang juga tim pemenangan paslon tersebut, mengaku tidak melihat proses debat publik tersebut. “Saya ada di Samarinda. Jadi saya tidak menonton,” kata Sarwono singkat. (*/um)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button