Breaking News

Mengeluh ke DPRD, Warga: Sampah Menumpuk di TPS 

SANGATTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim)  menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan perwakilan beeberapa ketua RT di Sangatta.  Menurut ketua DPRD Kutim Mahyunadi, tujuan hearing untuk mendengarkan dan membahas masalah sampah yang belakangan mengalami penumpukan di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

“Sudah banyak sekali warga yang mengeluh perihal tumpukan sampah ini. Jadi kami sudah membahas masalah itu dengan pentolan RT untuk mendengarkan keluhan mereka. Kemudian menyusun rencana yang akan dilakukan kedepan,” terangnya saat diwawncarai usai hearing di gedung DPRD, Senin (14/5).

Dia mengatakan banyaknya sampah yang menumpuk di TPS saat ini karena karena sulitnya akses pengiriman dari TPS menuju TPA. Hingga pihaknya berupaya untuk mediasi dengan tokoh masyarakat agar mengetahui harapan rakyatnya. Selain itu, banyaknya warga yang mengeluhkan perihal jarak TPS yang terlampau dekat dengan pemukiman. Sehingga menjadi pemicu penutupan TPS tersebut sesuai keinginan warga.

“Saya sudah mendengarkan aspirasi dari mereka. Beberapa tuntutan sudah disampaikan. Seperti permintaan masing-masing desa dengan diadakannya satu TPS. Kemudian pengadaan tempat sampah tertutup atau kontainer. Yang ketiga motor sampah untuk setiap RT, Keempat adanya tempat sampah biasa. Ada pula peralatan kerja bakti warga, dan digalakkannya bank sampah,” ujarnya.

Menanggapi ungkapan salah seorang ketua RT, perihal pengadaan kontainer sampah yang diminta sebelum lebaran. Agar saat perayaan hari raya bau tidak sedap tak menjadi pengganggu. Menurut Mahyunadi pihaknya akan mengupayakan kebutuhan tersebut akan segera dipenuhi.

“Disela defisit kami akan terus upayakan agar keinginan warga untuk menjadikan Kutim lebih bersih dapat terpenuhi. Kemudian mereka kan hanya takut bahwa tagihan retribusi itu pungli. Tapi saya sudah memberi mereka pengertian perihal ini,” tandasnya.

Dirinya berharap setiap RT dapat bersabar atas perjuangan yang dilakukannya. Pasalnya untuk pemenuhan kebutuhan sesuai tuntutan memerlukan anggaran yang cukup banyak.

“Saya minta mereka lebih bersabar. Pasalnya dana itu harus benar-benar kami pikirkan. Karena wacana untuk ini, mendahului APBD yang sudah direncanakan. Bisa kita bayangkan, harga satu TPS saja sekira 400 juta, jika memang membutuhkan tiga tempat, berarti kami harus mencari dana sebanyak 1,2 Milyar,” jelas Unad sapaan akrabnya. (*/la)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button