Advertorial

KPU Perkenalkan Pilgub Lewat Budaya 

SAMARINDA – Berbagai upaya sosialisasi digalakkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Di antaranya dengan menyasar langsung ke komunitas-komunitas budaya. Seperti yang mereka lakukan di Desa Dayak Pampang Samarinda, Selasa (15/5) kemarin.

Sebelum menyambangi desa budaya tersebut, pada pagi harinya Komisioner KPU, Bawaslu, dan liaison officer (LO) pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub), menyempatkan diri sarapan pagi bersama Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widiyanto, di Hotel Bumi Senyiur Samarinda.

Ketua KPU Kaltim, Mohammad Taufik mengatakan, dalam kesempatan itu, Kapolda Irjen Pol Priyo Widiyanto memberikan apresiasi kepada semua paslon, karena sudah menjaga kondusifitas penyelenggaraan Pilgub Kaltim sampai sejauh ini.

“Pilgub Kaltim tinggal 43 hari lagi. Artinya waktunya sudah cukup dekat. Kami berharap, kondusifitas yang sudah terjaga dengan baik selama ini, bisa terus dijaga sampai masa pencoblosan tanggal 27 Juni mendatang, bahkan hingga selesainya pilgub,” kata dia.

Selepas sarapan pagi dan diskusi ringan di Hotel Bunyi Senyiur, rombongan KPU lalu ke Desa Dayak Pampang. Di tempat tersebut, KPU mengajak masyarakat untuk ikut serta menyukseskan penyelenggaraan Pilgub Kaltim 2018.

“Sosialisasi kali ini cukup menarik, karena mengambil tempat di Lamin Adat Pamung Pawai. Tempat itu menjadi salah satu bukti kearifan lokal dan budaya di Kaltim,” katanya.

Ia menyebut, peradaban demokrasi yang terbangun saat ini, tak bisa dilepaskan dari kearifan lokal. Misalnya saja dari Lamin Adat Pamung Pawai. Menurut dia, Lamin mencerminkan tempat tinggal bersama dalam komunitas Dayak.

Di sisi lain, Lamin juga menjadi wadah bagi masyarakat Budaya Dayak Pampang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka miliki. Selain itu, bagi masyarakat Dayak, tempat itu menjadi rumah bermusyawarah hingga menyelenggarakan ritual adat.

“Pilgub Kaltim go to Lamin itu menarik. Petugas PPS di Desa Dayak Pampang, Pak Antonius Nang menyampaikan, di tempat itu pemilihnya ada 800 orang. Setiap pesta demokrasi, partisipasi pemilih selalu di atas 70 persen. Padahal di Samarinda partisipasi pemilih cukup rendah hanya 49 persen,” ungkapnya.

Taufik mengapresiasi kesadaran masyarakat Desa Dayak Pampang dalam menyukseskan pemilihan kepala daerah (pilkada). Selain itu, keikutsertaan masyarakat di daerah itu menunjukan partisipasi politik masyarakat lokal cukup baik.

“Semoga ini jadi pemicu yang baik. Di acara ini, kami bekerjasama dengan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Ada juga Dokter Enos Paselle sebagai pembicara. Beliau ikut mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya,” katanya.

Dia menambahkan, keterlibatan komunitas budaya cukup penting dalam menyukseskan Pilgub Kaltim. Terutama komunitas adat. Sebab, masyarakat adat masih memegang kuat dan menghargai kepala adat, atau kepala suku.

Output dari kegiatan sosialisasi, yakni meningkatkan partisipasi pemilih. Terutama dalam menekan angka golongan putih (golput). Salah satunya, kami harapkan bisa dibangun melalui Lamin. Melalui tokoh mayarakat dan lembaga kebudayaan,” harapnya. (adv/drh)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button