Kaltim

Terkait Dampak Kebocoran Pipa di Teluk Balikpapan, Pertamina Siap Bertanggung Jawab 

SAMARINDA –DPRD Kaltim memanggil manajemen PT Pertamina, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Rabu (16/5) kemarin. Pemanggilan tersebut untuk menggali kelanjutan penanggulangan dan pertanggungjawaban atas imbas kebocoran pipa Pertamina di Teluk Balikpapan.

Rapat dengar pendapat ini ikut dihadiri puluhan mahasiswa yang berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda. Sebab, pemanggilan yang dilakukan Komisi III DPRD Kaltim tersebut bermula dari tuntutan organisasi Islam tersebut.

Ketua Umum PMII Samarinda, Agus Setiawan menuturkan, pihaknya ingin mendapatkan keterangan detail seputar langkah yang diambil Pertamina. Karena masih banyak kerusakan ditimbulkan akibat kebocoran pipa di Teluk Balikpapan yang belum ditindaklanjuti.

“Makanya melalui pertemuan ini kami meminta penjelasan detail. Mulai dari sisa tumpahan minyak, santunan dan ganti rugi terhadap korban, hingga upaya penanggulangan terhadap kerusakan pohon mangrove di sekitar lokasi kejadian,” ucap Agus.

Terkait itu General Manager Officer PT Pertamina Balikpapan, Eko Hernanto mengungkapkan, pihaknya bersedia bertanggung jawab atas seluruh kerugian yang ditimbulkan atas tragedi berdarah tersebut.

Terhadap dampak lingkungan di sekitar Teluk Balikpapan, perusahaan pelat merah itu telah melakukan pembersihan. “Itu dilakukan terhadap minyak yang ada di pantai maupun di tengah laut,” ujarnya.

Upaya pembersihan, lanjut Eko, dilakukan bersama PT Chevron dan beberapa perusahaan lain yang beroperasi di lokasi tersebut. Karenanya, hingga kini sebagian besar sisa tumpahan minyak sudah dapat dibersihkan.

“Di tiga lokasi yang kami bagi, sebagian sudah ada yang bersih sampai 100 persen. Ada pula yang masih 80 persen, 70 persen, dan 60 persen. Setidaknya sudah relatif bersih. Sekarang secara bertahap kami bersihkan,” ujarnya.

Adapun biota laut yang terdampak akibat kebocoran pipa PT Pertamina tersebut, dia memastikan, Kementerian Lingkungan Hidup dan DLH Kaltim sudah menurunkan tim untuk melakukan investigasi.

“Instansi-instansi terkait juga sudah melakukan verifikasi lapangan. Pada prinsipnya Pertamina akan mengikuti dan menjalankan rekomendasi dari instansi pemerintah,” terangnya.

Begitu juga dengan ribuan pohon mangrove di Teluk Balikpapan yang dinilai sudah mulai layu dan mati. Eko memastikan, pihaknya akan bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Namun terkait detail penanggulangan, Pertamina masih menunggu rekomendasi dari pihak terkait.

Terhadap korban jiwa, Eko mengaku, Pertamina memberikan perhatian khusus. Bantuan yang diberikan berupa santunan, uang tunai, dan beasiswa bagi anak-anak korban yang masih usia sekolah.

“Kemudian untuk anak-anak korban yang sudah berusia kerja, Pertamina memberikan peluang uang bekerja di perusahaan yang kami kelola. Jadi pada intinya, Pertaminan sebagai perusahaan negara, akan mengikuti seluruh rekomendasi dan regulasi yang ada,” tutupnya. (*/um)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button