Bontang

Tanjung Limau Usul Kelurahan Baru

Dukung Pemekaran Wilayah Bontang

BONTANG – Masyarakat Tanjung Limau mengusulkan kembali pembentukan kelurahan baru. Untuk mendukung usulan ini, masyarakat Tanjung Limau melalui Forum Tanjung Limau Bersatu (Fortab) telah membentuk kepanitiaan pembentukan kelurahan baru. Usulan kelurahan baru bernama Kelurahan Tanjung Limau ini menyambut rencana pemekaran wilayah yang akan dilakukan Pemkot Bontang.

Ahad (22/1) pagi kemarin, panitia yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat dan para ketua RT di wilayah Tanjung Limau menggelar rapat pemantapan kepanitian. Dalam rapat yang digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau tersebut, diputuskan panitia akan mulai mengumpulkan data-data yang untuk proposal pembentukan kelurahan baru yang akan diberikan kepada Pemkot Bontang.

“Kami akan mulai memperbarui data-data. Khususnya data kependudukan di wilayah Tanjung Limau,” kata Alimuddin, ketua panitia pembentukan kelurahan Tanjung Limau.

Dia menjelaskan, selama ini wilayah Tanjung Limau terpecah dalam dua kelurahan, yaitu kelurahan Gunung Elai dan kelurahan Bontang Baru. Harapannya, dengan pembentukan kelurahan baru, masyarakat Tanjung Limau bisa kembali bersatu dalam satu wilayah tunggal yaitu Kelurahan Tanjung Limau.

“Sebenarnya usulan Kelurahan Tanjung Limau ini sudah ada sejak tahun 2006. Bahkan sudah disampaikan ke DPRD Bontang. Tapi karena waktu itu kondisinya tidak memungkinkan, jadi usulan ini belum bisa diterima,” ungkapnya.

Karena itu, adanya rencana pemekaran wilayah yang akan dilakukan Pemkot Bontang dianggap sebagai momen yang tepat untuk merealisasikan usulan yang tertunda tersebut. Sesuai Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Bontang mesti memiliki empat kecamatan untuk bisa memenuhi syarat sebagai kota. Dalam hal ini, Kelurahan Tanjung Limau diwacanakan masuk dalam wilayah Kecamatan Bontang Timur yang akan dibentuk.

“Jadi pembentukan kelurahan Tanjung Limau ini akan sinergi dengan rencana pemekaran wilayah di Bontang. Yaitu Bontang membutuhkan empat kecamatan dan 22 kelurahan. Untuk kecamatan Bontang Timur itu sendiri wacananya sudah ada sejak 2003, Tanjung Limau masuk di dalamnya,” jelas Alimuddin.

Untuk menindaklanjuti hasil rapat kemarin, hari ini rencananya panitia akan mendatangi kantor lurah Bontang Baru dan kantor lurah Gunung Elai. Tujuannya untuk menyampaikan usulan ini kepada pejabat kelurahan. Juga untuk meminta data kependudukan jumlah warga di Bontang Baru dan Gunung Elai yang wilayahnya masuk wilayah Tanjung Limau.

“Data terakhir yang kami pegang itu tahun 2006, dengan jumlah penduduk 3.545 jiwa. Karenanya kami perlu memperbarui data terkini terkait jumlah penduduk,” sebutnya.

Menurut panitia, saat ini ada 15 RT di wilayah Tanjung Limau yang secara administratif masuk dalam wilayah kelurahan Bontang Baru dan Gunung Elai. Tujuh RT yang berada di kelurahan Bontang Baru yaitu RT 20 sampai RT 26.

Sementara di Gunung Elai terdapat delapan RT yaitu RT 1 sampai RT 8. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan bila jumlah RT ini akan bertambah. Karena itu kata Alimuddin, penting bagi panitia untuk segera menyampaikan usulan ini pada Pemkot Bontang.

“Target kami sebelum tanggal 25 Januari 2017, proposal rencana pembentukan kelurahan Tanjung Limau ini sudah kami setor ke Pemkot. Agar kami bisa segera sosialisasikan ke warga,” tambahnya.

Sementara itu Hasan Said, tokoh masyarakat Tanjung Limau menyatakan, pembentukan kelurahan Tanjung Limau ini sangat mendukung proses pemekaran wilayah di Bontang. Karenanya, sangat memungkinkan bila pembentukan kelurahan ini kembali diusulkan. Apalagi Tanjung Limau termasuk salah satu kampung tertua di Bontang.

“Karena itu jangan sampai wilayah Tanjung Limau ini dilupakan dalam proses pemekaran wilayah. Untuk itu apa yang kami lakukan mendahului pembahasan supaya tidak ketinggalan,” kata Hasan.

Keberadaan kawasan Tanjung Limau di Bontang sendiri diklaim sudah ada sejak lama. Yaitu sejak 1960-an, saat Bontang masih menjadi kecamatan. Keturunan pendiri kampung, Bahtiar Tenohan menuturkan, pembukaan wilayah Tanjung Limau terbagi dalam beberapa tahapan. Bahkan waktu itu pembukaan wilayahnya telah mendapat izin dari pejabat wedana di Bontang.

“Saat itu mendapat izin pembukaan wilayah berturut-turut, hingga luas wilayah Tanjung Limau mencapai 60 hektare,” ungkap Bahtiar. Untuk itu dia sangat berharap usulan pembentukan kelurahan Tanjung Limau bisa diterima dalam pemekaran wilayah Bontang. Mengingat Tanjung Limau memiliki aspek historis terkait terbentuknya Kota Bontang.

Turut hadir dalam rapat tersebut yaitu ketua Fortab Muh Dahnial. Dia mengatakan, sebagai wadah masyarakat Tanjung Limau, Fortab akan memfasilitasi keinginan pembentukan kelurahan Tanjung Limau ini. (luk)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button