Bontang

Dishub Bakal Periksa Kesehatan Sopir Bus

BONTANG – Guna menciptakan kondisi mudik yang aman, nyaman, dan nihil kecelakaan utamanya pada angkutan umum, Dinas Pehubungan (Dishub) melakukan berbagai upaya pencegahan (preventif). Di antaranya dengan menggelar pemeriksaan kesehatan kepada seluruh pengemudi angkutan umum, hingga mengecek kelayakan terhadap seluruh armada bus angkutan yang beroperasi.

Kadishub Bontang Sukardi mengatakan, untuk pemeriksaan kesehatan para sopir, pihaknya menggandeng Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB). Pemeriksaan kesehatan ini akan menyasar para sopir bus sebelum mereka melakukan perjalanan mengangkut penumpang. “Pemeriksaannya meliputi darah dan pengukuran kadar alkohol,” ujarnya.

Menurut Kepala Sukardi, pemeriksaan ini penting dilakukan mengingat tanggung jawab sopir dalam menjaga keselamatan penumpang cukup berat.

“Kami ingin memastikan para sopir bus harus membawa pemudik dengan aman dan nyaman,” jelasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, untuk meminimalisir tingkat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan raya, Dishub juga melakukan pengecekan kelayakan terhadap seluruh amada bus angkutan yang beroperasi selama momen mudik ini.  “Nantinya bus yang dinilai tidak layak jalan sesuai standar keselamatan, akan dilarang untuk berangkat dan mengangkut penumpang,” ujar Sukardi.

Dirinya menyampaikan, meski pengecekan fisik dan kondisi bus saat ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, namun pihaknya tetap melakukan pengecekan seluruh bus yang beroperasi di Terminal Kilometer 6, Kelurahan Telihan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Seluruh bus yang ada harus dipastikan laik operasi sebelum digunakan mengangkut penumpang mudik. Hal ini guna menghindari risiko yang bisa ditimbulkan dari pengoperasian kendaraan yang tidak layak,” sebutnya.

Sebagai informasi, kondisi kelaikan bus angkutan antar kota yang berada di Terminal Kilometer 6 kerap mendapat keluhan penumpang lantaran dinilai sudah tak laik beroperasi. Berbagai upaya pun dilakukan Pemkot bersama DPRD Bontang mengatasi hal tersebut. Salah satunya mengimbau pemilik bus untuk lakukan peremajaan seluruh bus yang beroperasi. “Peremajaan bus penting untuk dilakukan, guna menjamin keselamatan para penumpang,” tukasnya. (bbg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button