Breaking News

Isran Tuding RASA Buat Fitnah, Rusmadi: Silakan Laporkan ke Bawaslu Jika Terbukti 

SAMARINDA – Debat publik Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Kaltim yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim di Gedung Kesenian Balikpapan, Jumat (22/6) kemarin menyisakan adu argumentasi dan saling tuding antar pasangan calon (paslon). Salah satunya pertanyaan cagub nomor urut 3 Isran Noor pada Rusmadi terkait selebaran yang memuat fitnah dan hoaks.

Dalam debat publik yang mengangkat tema “Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik, dan Korupsi” itu, Isran terlihat “geram” karena dia menduga selebaran atau brosur yang menyudutkannya berasal dari tim sukses pasangan calon nomor urut 4, Rusmadi-Safaruddin.

“Saya ingin mendapatkan tanggapan dengan brosur yang bernuansa fitnah dan hoaks ini pada pasangan calon gubernur nomor 4. Saya sengaja tidak mau memberikan atau mengizinkan pada tim saya untuk menaikkan masalah ini ke aparat hukum. Saya hanya ingin menanyakan pada acara debat terakhir ini,” ucapnya.

Tak terima dituding membuat fitnah dan hoaks, Rusmadi menjawab secara gamblang tuduhan tersebut. Cagub yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu meminta Isran-Hadi melaporkannya pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan kepolisian jika brosur tersebut merugikan paslon nomor urut 3.

“Kalau ada edaran atau apa saja yang kemudian bersifat fitnah, mencaci maki, itu jauh dari semangat politik kami. Tetapi kalau itu juga dianggap sebagai fitnah yang berasal dari kami, silakan untuk diteruskan ke Bawaslu atau kepolisian,” ucapnya.

Tidak hanya itu, di sesi berikutnya, Rusmadi mempertanyakan program aksi yang akan dilakukan paslon nomor urut 3 untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional jika nanti terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim.

Belum sempat Rusmadi menyelesaikan pertanyaannya, Isran memotongnya. Dia meminta Rusmadi agar tidak terlalu banyak berbicara dalam debat publik pamungkas tersebut.

“Jangan terlalu banyak omong,” tegurnya. Kemudian moderator yang diketuai I Made Kertayasa menegur balik Isran. Pasalnya, Rusmadi masih memiliki waktu untuk menyelesaikan pertanyaannya. “Waktunya belum selesai. Masih ada waktu untuk bertanya bapak,” ujar I Made pada Isran.

“Saya mau cepat (menjawabnya),” jawab Isran. Kemudian I Made mengingatkan agar mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) itu mengikuti aturan debat publik. Dengan catatan, tidak menjawab atau mengajukan pertanyaan sebelum dipersilakan atau diberikan kesempatan.

“Terima kasih atas pertanyaannya. Pak Isran bersiap-siap untuk menjawab. Sekali lagi mohon pada pendukung untuk tenang,” kata I Made.

Pada titik ini, moderator belum juga menyerahkan kesempatan pada Isran untuk menjawab pertanyaan Rusmadi. Namun dengan cepat cagub nomor urut 3 itu memberikan jawaban.

“Kalau mau mengubah Kalimantan Timur,” ujarnya. Belum usai cagub yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berbicara, I Made kembali memotongnya. Pasalnya, pemandu acara belum mempersilakannya.

“Mohon izin bapak. Selama 90 detik dimulai saat anda berbicara. Silakan,” ujar moderator itu.

Dengan cepat Isran berkata, dirinya telah menjawab pertanyaan Rusmadi. “Aku sudah mulai. Sudah siap ini? Kalau mau mengubah Kalimantan Timur, pemimpin harus tampil beda. Jangan yang biasa-biasa saja. Sudah banyak yang biasa-biasa. Jadi kalau bekerja, bertindak saja. Kalau mau baik, urusi. Jangan terlalu banyak omong,” tegas Isran.

Lalu Rusmadi berkata, dirinya memberikan apresiasi pada jawaban Isran atas pernyataannya yang berharap gubernur ke depan harus orang yang luar biasa. Sembari membalikkan kalimat tersebut dengan sebutan “bukan biasa di luar”.

“Memang keteladanan seorang pemimpin itu sangat dibutuhkan. Karena bagaimana pun, ASN memerlukan pengawasan. Agar kerjanya teratur dalam rangka mewujudkan target pembangunan. Apa yang bapak lakukan dalam kaitan ini?” kembali Rusmadi melontarkan pertanyaan pada Isran.

Isran tak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Dia mengaku pertanyaan yang diajukan Rusmadi tidak jelas. Kemudian kepada moderator, dia mengajukan agar pertanyaan tersebut diulang.

Moderator tidak langsung memberikan kesempatan ulang pada Rusmadi. Melainkan bertanya kepada Bawaslu, boleh atau tidaknya peserta debat mengajukan pertanyaan. Bawaslu yang dimintai tanggapannya meminta agar pertanyaan tidak diulang. Sebab mekanisme debat mengharuskan setiap pertanyaan tidak boleh diulang jika waktu yang diberikan telah habis.

“Sesuai dengan aturan dan arahan dari Bawaslu, tidak diperkenankan mengulang pertanyaan,” tegas moderator. Tak berselang lama, muncul sorakan dari pendukung paslon yang menggema di Gedung Kesenian Balikpapan tersebut.

“Namanya gubernur, bisa di luar dan bisa di dalam. Yang penting secara pribadi, tidak mesti harus di dalam. Kalau dia di luar, pasti ada usahanya untuk daerahnya sendiri,” ujar Isran berusaha membalikkan pernyataan Rusmadi.

Secara umum, debat publik pamungkas tersebut berjalan lancar. Paslon nomor urut 1 Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi dan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat tampil elegan dengan memaparkan program prioritas dalam pelayanan publik, reformasi birokrasi, dan pemberantasan korupsi.

Begitu juga dengan paslon Isran Noor-Hadi Mulyadi dan Rusmadi-Safaruddin. Keempat paslon memberikan penegasan pada pendukung dan masyarakat umum agar memilihnya pada 27 Juni 2018. (*/um)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button