Bontang

WASPADA!! Orang Utan Terkam Pengendara Motor

BONTANG – Malang nian nasib Abdul Rasyid (50). Pria paruh baya asal Desa Salo Palai RT 06 Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini tiba-tiba diserang oleh orang utan dewasa saat melintas di Jalan Nilam 16 Simpang Satelit 3 Vico Indonesia Desa Saliki Kecamatan Muara Badak. Hal tersebut terjadi pada Jumat (29/6) lalu sekira pukul 14.30 Wita.

Semua berawal saat korban hendak menuju ke Nilam kampung untuk melihat rumahnya yang kosong. Tiba-tiba di perjalanan, dua orang utan mengadang jalannya dengan jarak dua meter dari korban. Tanpa aba-aba, orang utan dewasa tersebut langsung menerkam korban yang masih berada di atas motornya. Akibat terkamannya, motor yang digunakan korban pun ikut rebah bersama korban di tengah badan jalan.

Saat menerkam, orang utan langsung menggigit tangan kiri korban hingga pergelangan tangan. Ketika itu juga, korban melakukan perlawanan diri dengan memukul ke arah badan orang utan menggunakan tangan kanannya. Namun tangan kiri korban masih belum dilepaskan oleh orang utan. Akhirnya, korban menusuk mata orang utan itu dan tangan kiri korban pun dilepaskan oleh orang utan. Setelah mengeluarkan tangan kiri korban dari mulut orang utan, orang utan tersebut langsung lari ke arah hutan bersama anak-anaknya.

Pihak kepolisian dan warga sekitar mengunjungi lokasi tempat korban diterkam. (IST)

Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kapolsek Muara Badak Iptu Yusuf yang menceritakan kronologis tersebut menjelaskan, korban saat itu langsung ditolong dan dibawa oleh sekuriti Vico Indonesia, Ardiansyah sebagai saksi yang tinggal di RT 07 Desa Muara Badak Ulu Kecamatan Muara Badak ke klinik Vico untuk dilakukan perawatan medis. “Hasil gigitan orang utan dewasa membuat pergelangan tangan kiri korban patah, jari tengahnya pun patah akibat gigitan orang utan,” ungkap Yusuf.

Sementara itu, luka lainnya juga terdapat di tangan kanan yang mengalami memar dan luka yang terbuka akibat memukul orang utan. Yusuf mengimbau kepada warga Nilam kampung ketika melewati jalan tersebut agar lebih berhati-hati. “Kami imbau juga jangan sampai warga setempat mengejar orang utan untuk menangkapnya,” terang dia.

Jika memang ada warga yang melihat kemunculan orang utan, sebaiknya dilaporkan kepada aparat setempat. “Kami koordinasikan dengan tokoh masyarakat setempat agar tidak membunuh orang utan tersebut, karena orang utan merupakan hewan yang dilindungi,” pungkasnya.(mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button