Breaking News

MIRIS!!! Golput Menangkan Pertarungan Pilgub di Kutim

SANGATTA – Mimpi buruk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim terkait tingginya angka golput di Kutim, dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpaksa menjadi kenyataan.

Dalam rapat pleno yang di gelar di salah satu hotel ternama di Kutim, Rabu (4/7) kemarin, membeberkan fakta jika tingkat partisipasi masyarakat hanya 48 persen. Sebanyak 52 persen warga Kutim tak memberikan hak suaranya dalam pesta demokrasi tersebut.

KPU yang semula menargetkan meraih jumlah pemilih 77, 5 persen, kini sudah sirna. Semua jauh dari harapan. Bahkan angka golput kali ini lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Pilkada 2015 lalu, Kutim menempati posisi kedua.  Yakni 51,58 persen. Sementara Samarinda juga ikut tinggi, yakni 50,73 persen.

Tentu saja prediksi Ketua KPU Kutim, Fahmi Idris yang menyatakan, jika angka 77,5 persen cukup sulit diraih sangat terbukti. Pernyataan ini bukan tanpa alasan.  Ada dua alasan besar dugaan tingginya angka golput.

RAPAT PLENO: Sidang pleno KPU sedang berlangsung di salah satu hotel di Kutim.(Dhedy/Sangatta Post)

Pertama, pemilihan beriringan dengan libur panjang dan bertepatan dengan piala dunia. Libur panjang hari raya dan anak sekolah, dan piala dunia yang masih berlangsung hingga saat ini menjadi kendala terbesar.

Hari raya pada Tanggal 15,16, dan 17 Juni 2018. Untuk libur sekolah hingga tanggal 15 Juli 2018. Pada Tanggal 16 Juli, baru memulai masuk sekolah. Kemudian piala dunia, berlangsung pada waktu yang bersamaan pula. Yakni pada Bulan Juni dan Juli.

Sedangkan pencoblosan, pada tanggal 27 Juni 2018. Artinya, berada di tengah-tengah masa libur dan perhelatan piala dunia.

Alasan ini bukan berlebihan. Melainkan fakta yang tak dapat dihindari. Pada saat masa libur, warga Kutim banyak yang berlibur keluar daerah atau pulang kampung.

Jikapun ada, dikhawatirkan mereka menghabiskan waktu untuk menonton piala dunia. Yang diperkirakan akan dimulai pada subuh hingga pagi hari masa tanding.

“Nah ini masalah kami,” kata Fahmi.

Jika merujuk pada Pemilu sebelumnya. Baik pilgub, pileg, pilpres, maupun pilbub, semua berada di bawah 77,5 persen. Paling tertinggi pada pileg 2014 yakni 68,03 persen.

Sedangkan pilpres 2014, hanya mampu meraih 51,16 persen. Mengalami penurunan pada Pilgub 2013 yang hanya 44,16 persen. Kemudian pilbup 2015 48,42 persen. Fakta ini di luar dari dua masalah tersebut. Baik libur panjang maupun piala dunia.

Padahal, upaya yang dilakukan KPU terbilang gencar kepada masyarakat. Mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Tak kenal waktu. Baik siang maupun malam. Mulai dari Senin hingga Senin. “Semua sudah dilakukan dengan semaksimal mungkin,” katanya. (dy)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button