Breaking News

Diduga Gara-Gara Uang Lembur 

SANGATTA- Hasil penelusuran Komisi  KPU Kutim di TPS 19 dan 20 kawasan Mess PT Pama site Sangatta, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara menguak fakta. Dua TPS yang minim pencoblos itu diduga akibat iming-iming uang lembur perusahaan. Perusahaan menawarkan kepada karyawan uang lembur bagi yang ingin bekerja. Padahal,  pemerintah sudah menetapkan hari libur nasional.

“Memang perusahaan memberikan libur sesuai dengan peraturan nasional. Hanya saja, ada kebijakan dari perusahaan yang akan memberikan uang lembur bagi karyawan yang tetap masuk kerja di hari libur,” kata Ketua KPU Kutim, Fahmi Idris.

Lantaran tergiur dengan imig-iming uang lembur bervariasi tersebut, maka karyawan memutuskan untuk masuk kerja dan mengabaikan memberikan hak suaranya.

Agar kejadian serupa tak terulang kembali, maka KPU akan melakukan koordinasi dengan perusahaan di Kutim, terkait permasalahan ini.

“Agar kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan perusahaan di komunikasikan terlebih dahulu. Jikapun masuk kerja, akan tetapi diberlakukan setelah memberikan hak suara,” kata Fahmi.

Warga Kutim mengecam tindakan perusahaan. Difan, warga Sangatta Utara  menyayangkan kebijakan perusahaan yang sampai-sampai merampas hak karyawan.

“Seharusnya KPU tegas. Pemerintah tegas.  Jangan biarkan demikian.  Mereka tinggal di Kutim, maka harus menghargai Kutim. Salah satunya mensukseskan pilkada. KPU atau pemerintah berikan aturan tegas. Jadi perusahaan tidak seenaknya saja,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, dua TPS ini sangat minim yang mencoblos.  Masing-masing TPS hanya  dua orang yang memberikan hak suara.  Padahal,  pada TPS 19 terdapat 68 orang di TPS 20 sebanyak 54 orang yang terdaftar di DPT. Semua pemilih merupakan  karyawan PT. Pama. Namun,  dari jumlah tersebut,  hanya empat orang yang memilih. (dy)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button