Bontang

Pengedar Sabu Diciduk di Berbas Pantai

BONTANG – Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Hal inilah yang dialami pria berinisial TT (31), pengedar dan pengguna sabu-sabu warga Jalan Gatot Subroto, RT 21, Kelurahan Berbas Pantai, Jumat (13/7) lalu.

TT dikenal sebagai pengedar sabu-sabu. Sepak terjangnya dalam menjajakan dan mengkonsumsi barang haram tersebut, kini harus berakhir di dalam Hotel Prodeo. Setelah langkahnya berhasil diendus oleh Unit Opsnal Sat Reskoba Polres Bontang. Sabu-sabu seberat 3,91 gram pun berhasil digagalkan peredarannya.

Kapolres Bontang, AKBP Siswanto Mukti melalui Kasubag Humas Iptu Suyono mengatakan, pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan TT berawal dari laporan warga pada Jumat lalu sekira pukul 14.00 Wita. Atas laporan tersebut, pelapor bersama anggota Sat Resnarkoba mendatangi salah satu rumah di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Berbas Pantai, pada pukul 16.30 Wita. “Rumah tersebut ditengarai sering melakukan penyalahgunaan narkoba. Makanya pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan di alamat tersebut,” jelas Suyono, Selasa (17/7) kemarin.

Usai penyelidikan dan memastikan tersangka berada di rumah, polisi langsung melakukan penggerebekan. Di dalamnya kata Suyono, terdapat dua orang bernama TT dan AR. Polisi pun melakukan penggeledahan rumah dan ditemukan 5 poket berisi butiran kristal yang diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan 1 plastik klip berisi sabu-sabu sisa pemakaian.

Selain itu, terdapat barang bukti lain berupa 1 buah korek gas, 1 bungkus plastik klip, 1 set alat hisap sabu alias bong, 1 buah pipet kaca, 1 buah timbangan digital, 1 buah potongan sedotan berujung runcing, 1 buah dompet warna hitam putih, 1 buah ponsel, dan uang yang diduga hasil penjualan sabu Rp 1,5 juta. “Semua barang-barang tersebut diakui kepemilikannya oleh tersangka TT,” ujarnya.

Tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Polres Bontang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka diduga telah melanggar pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia (UURI) nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” tandasnya. (mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button