Feature

Melenggang ke Kompetisi Internasional, Ramayanti Asmara Mahasiswi asal Bontang Butuh Bantuan Donatur 

Keinginan Ramayanti Asmara menjadi delegasi Indonesia dalam kompetisi internasional Asia Youth International Modal United Nations (AYIMUN) hingga kini masih terkendala biaya. Butuh perhatian semua pihak agar keinginannya dalam mengharumkan nama Bontang dan Indonesia ke kancah Internasional tersebut bisa terealisasi.

=========

MAHASISWI asal Kota Taman yang kini kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Waskita Dharma, Malang, Jawa Timur, jurusan Ilmu Administrasi Negara itu dinyatakan lolos bersama 500 pemuda yang diseleksi dari ribuan pendaftar di seluruh dunia. Rama –panggilan akrabnya– berhasil terpilih sebagai Delegasi Indonesia dalam kompetisi Internasional bertajuk “Asia Youth International Modal United Nations” yang akan dilaksanakan pada 9 November – 12 November 2018 di Bangkok,Thailand.

Sebagai informasi, AYIMUN merupakan kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadakan oleh International Global Network dan bertujuan untuk  memperkenalkan kepada pemuda dari seluruh dunia tentang bagaimana PBB bekerja, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, kemampuan diplomasi, public speaking, melatih berpikir kritis terhadap isu-isu global, termasuk kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan internasional.

Kepada Bontang Post, Rama menceritakan, awal dirinya bisa terpilih dalam kompetisi internasional tersebut berawal dari iseng-iseng mengikuti pendaftaran dan tes online. Tak disangka, remaja kelahiran Barabai, 7 April 1995 itu dinyatakan lolos dalam seleksi tersebut. Hal ini juga tak lepas dari kemampuannya dalam berbahasa inggris, memiliki kecakapan dalam menyelesaikan masalah internasional, memiliki jiwa kepedulian sosial, kepercayaan diri, hingga memiliki visi ke depan.

Namun, langkah Rama dalam mewujudkan keinginannya itu saat ini sedang terhambat masalah biaya. Jika ingin mengikuti AYIMUN, wanita berdarah Banjar tersebut harus melakukan pembayaran dan diberi batas waktu sampai 31 Agustus 2018 mendatang. Berbagai cara seperti mengirimkan proposal pun sudah dia lakukan agar bisa mendapat bantuan dana. Namun hingga saat ini, bantuan itu tak kunjung cair.

“Baru dibantu oleh salah satu angota DPRD Bontang saja untuk biaya tiketnya. Selebihnya belum ada lagi,” ujar alumnus SMK Putra Bangsa Bontang 2013 tersebut.

Remaja yang pernah menjadi Ketua Delegasi dan Presentator terhadap Kajian Administrasi Pemerintahan Daerah di Indonesia dan Thailand dalam program Sandwich Learning Stisospol Waskita Dharma Malang dengan Universitas Burapha Thailand pada tahun lalu itu, saat ini membutuhkan dana US$ 400 atau sekitar Rp 5,8 juta. Dana tersebut belum termasuk tiket pesawat dan biaya perjalanan lainnya. Kondisi ekonomi orang tua yang pas-pasan pun juga tak membuatnya bisa berbuat banyak. Ibunya hanya bekerja sebagai buruh cuci gosok pakaian, sedangkan ayahnya sebagai penjual minuman keliling di Pasar Rawa Indah.

“Maka dari itu, saya sangat memerlukan bantuan dari masyarakat Bontang untuk dapat mengikuti kompetisi tersebut,” ungkapnya.

Padahal kata dia, dengan keikutsertaannya di kompetisi AYIMUN, bisa berdampak positif terhadap Bontang maupun Kaltim. Selain dalam pembangunannya, juga dalam hal budayanya. Nantinya di akhir kompetisi, para delegasi harus mengenakan baju adat dari negara masing-masing. Untuk itu sebagai ajang promosi dan pertukaran kebudayaan antara Bontang dan Kaltim dengan negara lain, dirinya berharap bisa ikut serta sehingga bisa mengenakan pakaian adat khas Bontang maupun Kaltim.

Untuk itu, dirinya berharap kepada semua pihak terutama Pemkot Bontang dan perusahaan-perusahaan agar dapat memberikan bantuannya. Jika dalam waktu pembayaran dirinya tak bisa memenuhi pembiayan tersebut, maka posisinya akan digantikan oleh delegasi lain.

“Cita-cita saya mengikuti kompetisi ini agar bisa memotivasi generasi muda lainnya tentang bagaimana mengubah dunia, dengan terlibat aktif memecahkan problem-problem Iinternasional, berpikir kritis, yang nantinya bisa ikut memberikan masukan positif bagi pembangunan di Indonesia khususnya di Bontang,” tukasnya. (***)

==Tentang Rama==

Nama                    : Ramayanti Asmara

Nama panggilan     : Rama

TTL                      : Barabai, 7 April 1995

Suku                     : Banjar

Agama                  : Islam

Hobi                    : Memasak & Membaca

Cita-Cita                : Menjadi Duta Besar Republik Indonesia

 

RIWAYAT PENDIDIKAN

  • MI DDI Bontang lulus Tahun 2007
  • SMPN 8 Bontang lulus tahun 2010
  • SMK Putra Bangsa Bontang lulus Tahun 2013
  • Sekolah Tinggi Ilmu Sosial & Ilmu Politik Waskita Dharma Malang jurusan Ilmu Administrasi Negara (2015 s.d Sekarang)

 

PRESTASI & PENGHARGAAN

  • Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Bahasa & Budaya Jepang oleh Konsulat Jenderal Jepang Surabaya Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2011
  • Perwakilan Daerah Kota Bontang dan Provinsi Kalimantan Timur dalam WORDS National Competition di Jakarta oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) tahun 2012
  • Ketua Delegasi & Presentator dalam program Sandwich Learning Stisospol Waskita Dharma Malang dengan Universitas Burapha Thailand terhadap Kajian Administrasi Pemerintahan Daerah di Indonesia dan Thailand
  • Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Stisospol Waskita Dharma Malang Tahun 2015-2016
  • Menteri Sosial Badan Eksekutif Mahasiswa Stisospol Waskita Dharma Malang Tahun 2016-2017

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button