Bontang

Waspada DBD, Jangan Tunggu Korban

BONTANG – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman serius warga Bontang. Apalagi pada bulan ini berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) merupakan puncak penyebaran nyamuk Aedes Aegypty yang menjadi penyebar penyakit ini. Hal ini mengacu kejadian dua tahun lalu.

Ketua Komisi I Agus Haris meminta seluruh stakeholder waspada. Petugas medis diminta tanggap apabila dijumpai kasus DBD. Hal ini untuk menghindari adanya korban meninggal akibat penyakit menular ini. “Cepat turun. Jangan sampai ada korban baru turun,” kata Agus Haris kepada Bontang Post, Selasa (14/8) kemarin.

Politisi Partai Gerindra ini pun meminta adanya fogging (pengasapan, Red.) terutama di daerah yang menjadi sarang nyamuk. Tak hanya itu, pemberian serbuk abate kepada masyarakat juga wajib dilakukan untuk pencegahan perkembangbiakan jentik nyamuk. Terutama di tempat penampungan air seperti bak kamar mandi.

“Fogging harus dilakukan. Jangan sampai dinas terkait menunggu ada indikasi demam berdarah baru dilakukan pengasapan,” ujarnya.

Agus Haris juga memandang perlunya Diskes-KB menggelar sosialisasi kepada masyarakat. Dalam forum tersebut pula nantinya membentuk tim kesehatan di tingkat rukun tetangga (RT). Jumlahnya per RT minimal lima orang. Tujuannya untuk melakukan imbauan kepada masyarakat agar menjaga perilaku hidup bersih.

Senada, Sekretaris Komisi I Abdul Malik meminta kepada warga agar menganut gaya hidup bersih. Baik di lingkup keluarga, RT, maupun sekolah. Pasalnya upaya pencegahan paling ampuh fokus kepada penciptaan kawasan yang bersih. “Titik awalnya adalah kebersihan. Pola hidup bersih perlu dijadikan gaya hidup masyarakat,” kata Malik.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengimbau kepada warga rutin melakukan kerja bakti. Mengingat kesehatan bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, melainkan individu di dalamnya. Malik berharap setiap RT menjadwalkan rutin kegiatan bersih lingkungan.

“Jangan menjadi orang asing di lingkungannya. Kalau ada kerja bakti tidak perlu diteriaki dahulu oleh ketua RT baru turun ke lapangan,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada bulan lalu angka penderita DBD mencapai 24 orang. Jumlah terbanyak terdapat di Kelurahan Tanjung Laut dengan tujuh penderita. (ak)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button