Breaking News

Marak Pedagang Jualan di Halaman Rumah

SANGATTA – Belum adanya regulasi yang mengatur para pedagang di halaman rumah, membuat Sangatta Utara kian marak pedagang dadakan.

Bahkan hal itu kerap kali dituding menjadi penyebab sepinya pengunjung di Pasar Induk. Adapun pasar dadakan yang biasa disebut pasar tumpah terdapat di beberapa titik, yakni di Jalan Yos Sudarso IV, Jalan APT Pranoto, dan Jalan Karya Etam.

Dagangan yang dijajakan beragam, seperti sayur-mayur, ikan, buah-buahan, dan lainnya. Tempatnya juga cukup strategis dan mudah dijangkau calon pembeli. Berada di kawasan permukiman warga dan kebanyakan di bibir jalan utama. Bahkan jika dibandingkan harga pasar, terbilang sama.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Edward mengatakan, masih mencari cara agar pedagang dadakan mau berjualan di pasar yang sudah disediakan. Pasalnya, hal itu dirasa mampu menopang PAD.

“Sulit juga kami atur, karena aturannya memang belum ada. Sehingga masih banyak dari mereka menjajakan produk jualannya di depan rumah,” ujarnya dalam laporan coffee morning, Senin (20/8).

Pihaknya masih mencari celah dengan cara berkonsultasi pada kementrian. Ia mengaku, tidak berani jika langsung mengambil tindakan, terlebih jika harus melaksanakan sweeping.

“Bahkan biasanya supaya mereka tidak rugi, setelah jualan di pasar, pulangnya lanjut di rumah. Sebenarnya mereka mau disetop, asal tidak ada lagi pasar modern,” tandasnya.

Di tempat berbeda, salah satu pedagang di halaman rumah, Rusmini (59), mengatakan, dirinya berjualan di rumahnya lantaran tidak mendapat lapak depan di Pasar Induk, Selain itu ia merasa berjualan di halaman rumah lebih menguntungkan, pasalnya ia tidak harus membayar lapak.

“Enak kalau jualan di depan rumah, tidak perlu angkat barang. Selain itu, lebih laris dan tidak ada pungutan biaya. Saya tidak mau jualan di kios bagian dalam,” pungkasnya. (*/la)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button