Olahraga

Atlet Paralayang Berlatih di Pegunungan Sekerat 

SANGATTA – Sejumlah olahragawan yang bergelut dalam cabor paralayang nampaknya sangat tertarik menjadikan kawasan indah di pegunungan pantai sekerat, yang bertempat di Kecamatan Bengalon.

Keindahan itu sepertinya menarik minat sejumlah komunitas yang berkecimpung di bidangnya, seperti halnya Pemuda Peduli Potensi Wisata (Peta) dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), yang memilih Sekerat sebagai tempat untuk berlatih ekstra.

Dikatakan oleh Sekjen FASI, Heriansyah Masdar, ia memilih kawasan itu karena memenuhi standar ketinggian yang pas. Tidak hanya itu, baginya ada kepuasan tersendiri saat memandang panorama yang terbentang di hutan dan lautan Kutim.

“Sengaja kami memilih lokasi ini, tidak hanya karena memiliki gunung dengan ketinggian yang cukup dan arah angin yang pas (headwind), namun Bengalon juga merupakan salah satu desa yang memiliki aneka potensi wisata dan sangat layak untuk ditelusuri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (24/8).

Baginya, kawasan seperti ini sangat banyak dilirik oleh wisatawan. Hanya saja akses menuju lokasi belum terkelola dengan benar. Sehingga masih dengan kondisi jalan tidak memadai. Ia menceritakan untuk menuju ke sana, pihaknya terpaksa melintasi jalan yang berbatu runcing dan melalui kondisi jalan yang terjal.

“Lokasinya strategis dijadikan tempat berlatih dan wisata, hanya saja masih dibutuhkan pembenahan infrastruktur untuk memudahkan para atlet naik turun,” paparnya.

Kendati demikian, mereka mengaku tak patah semangat untuk berlatih menghadapi Pekan Olahraga Nasional pada 2020 mendatang. Hal tersebut menjadi penyemangat bagi timnya dalam berlatih untuk mendapat hasil yang terbaik.

“Kami hanya berupaya melakukan yang terbaik,” pungkasnya.

Ia berharap setelah ini ada bantuan dari pemerintah dan stakeholder yang mau memberikan bantuan peralatan dan sertifikasi untuk atlet yunior.

“Saat ini kami sudah cetak dua anak muda Kutim yang siap sertifikasi, hanya saja masih terkendala peralatan terbang, kami baru memiliki empat set untuk dua kategori, jadi saat ini kami memakai masih bergantian,” tutupnya. (*/la)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button