Advertorial

Badak LNG Beri Pelatihan Sablon dan Suvenir  

BONTANG – Badak LNG terus melakukan pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Community Development (Comdev). Yang terbaru, Badak LNG membuka pelatihan pembuatan sablon dan suvenir, Senin (27/8) kemarin. Bertempat di Knowledge House, pelatihan berlangsung lima hari hingga Jumat (31/8) mendatang.

 

Tujuan dari pelatihan ini untuk memberdayakan masyarakat agar mencapai kemandirian secara ekonomi dan sosial. Adapun instruktur pelatihan dari Nafizz Advertising Bontang. Melibatkan mitra binaan dari Komunitas Pasar Malam Berbas Pantai, Masyarakat Kreatif Pesisir (Maskapai) Bontang Kuala, Wisata Dayak Bontang (Wisdabo), dan Koperasi Cipta Busana (Kocibu) sebagai peserta.

 

Dalam pelatihan ini peserta dilatih agar memiliki keterampilan sablon yang dapat diterapkan untuk memproduksi suvenir dan kaos sebagai cendera mata khas Bontang. Sekaligus mendukung promosi pariwisata Bontang.

Dilanjutkan foto bersama seluruh peserta latihan di akhir kegiatan.(CORPORATE COMMUNICATION BADAK LNG)

“Dasar pelatihan ini karena banyaknya turis atau tamu perusahaan mencari kaos khas Bontang bertuliskan ‘I Love Bontang’. Bahkan, terakhir kami (tim Comdev) membuat desain ‘Wisata Dayak Bontang’, kaosnya dipesan khusus dari Bandung,” papar Manager Media, CSR, and External Relations, Busori Sunaryo.

 

Melihat banyaknya minat wisatawan mencari cendera mata khas Bontang, maka ini dapat menjadi potensi bisnis yang menguntungkan. Sekaligus menjadi wadah aktualisasi diri bagi mitra binaan Badak LNG dalam mengembangkan kreativitasnya.

 

“Seperti pelatihan yang sering dilakukan Badak LNG, tidak boleh hanya teori saja. Sehingga nanti akan ada praktik langsung dengan alat-alat yang sudah disiapkan. Selepas pelatihan hasilnya boleh dibawa pulang untuk ditunjukan ke kelompoknya,” kata dia.

 

Ia meyakini, usaha penyablonan terlihat kecil namun hasilnya luar biasa. Ini menjadi salah satu contoh usaha berprospek menjanjikan jika digeluti dengan baik. Adapun target pelatihan ini, tambah Busori,  ketika peserta mampu membuat desain sablon kaos sendiri di rumah mereka dan mengkreasikan gambar apapun itu.

 

“Usai pelatihan, saat penutupan nanti, saya ingin para peserta sudah memakai kaos hasil sablonnya sendiri. Harus ada hasil nyata, sehingga tidak hanya teori saja. Harapannya, nantinya tidak lagi memesan kaos dari luar tapi dapat memproduksi sendiri,” harap dia.

 

Di tempat sama, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M), Abdu Safa Muha mewakili Pemkot Bontang mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Manajemen Badak LNG yang sudah mensponsori kegiatan pelatihan suvenir dan sablon untuk masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Bontang Selatan.

 

Kegiatan ini sejalan dengan visi Pemkot  Bontang, menguatkan Kota Bontang sebagai kota maritim berkebudayaan industri yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia. “Dissos-P3M pun hadir dengan visi tak kala semua orang membenci, kami hadir untuk menyayang. Dalam pelatihan ini kita tidak mengenal banyak atau sedikitnya sasaran tapi apa yang kita perbuat setelah mengikuti pelatihan,” tutur Safa.

 

Seperti diketahui, sekumpulan penyandang disabilitas terlebih dulu telah menjalankan bisnis sablon. Ia berharap, melalui pelatihan ini, mitra binaan Badak LNG lebih maksimal dalam mengelola usaha serupa. Dengan keterbatasan yang ada, mereka mampu mendapat penghasilan Rp 2,5 juta per orang dari hasil bisnis kerajinan. Bukan hanya suvenir dan sablon namun hingga ke bisnis fotografi.

 

“Usai pelatihan, peserta bisa lebih mandiri. Selain didukung pemasarannya oleh Badak LNG, saya harap organisasi perangkat daerah (OPD) dapat membantu mempromosikan produk lokal kepada para tamu dan turis yang datang ke Bontang,” kata dia.

 

Sementara itu, Nobon Sulistiawan, Ketua Laphan Borneo mengapresiasi langkah Badak LNG dalam memfasilitasi mitra binaannya pada pelatihan sablon dan suvenir. Ia memastikan, sebanyak enam orang yang sebelumnya memiliki latar belakang sebagai pengguna narkotika akan memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal.

 

“Selama ini mereka dipandang sebelah mata, kami ingin menepis kepada masyarakat bahwa mereka juga manusia. Punya hak yang sama. Enam orang ini sudah siap kembali ke masyarakat. Beberapa teman-teman memiliki dasar seniman. Suka melukis dan menggambar tato,” urai Nobon.

 

Maka melalui perlatihan ini dapat mengarahkan bakat tersebut pada hal positif, mengaktualisasikannya pada wadah sablon dan suvenir. Ia bersama rekan Komunitas Pasar Malam Berbas Pantai akan membuktikan kepercayaan ini melalui hasil yang lebih baik dan maksimal. Serta menularkan ilmu tersebut kepada rekan lain juga memberikan yang terbaik untuk Kota Bontang. (ra/adv)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button