Breaking News

Jelang Porprov, Penyerahan Berkas Cabor Meningkat 

SANGATTA – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan dilaksanakan di Kutim, Desember mendatang, semakin meningkat pula pengurus cabor yang menyerahkan berkas sebagai syarat pencairan anggaran.

Data terakhir yang diperoleh, baru sekira 10 cabor yang menerima pencairan dana. Tapi saat ini jumlahnya semakin berkembang, sebanyak 24 cabor yang bertambah.

Tim Keabsahan Kontingen KONI Kutim, Opniel U Tangdilallo mengatakan, masing-masing cabor mendapat anggaran sebanyak Rp 50 juta. Adapun penggunaannya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan apapun dengan tujuan persiapan Porprov dan operasional pengurus.

Menurutnya, anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk kebutuhan walaupun di luar kebutuhan atlet. Uang itu boleh saja dipakai oleh pelatih dan pengurus, sebagai peningkatan sumber daya manusia.

“Sah-sah saja jika dananya dipakai untuk apa saja, yang penting berkaitan dengan operasional, pengurus, dan persiapan porprov. Misal try out, rehab tempat latihan, beli alat, kebutuhan atlet maupun pengurus,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/8).

Lebih lanjut ia memastikan, seluruh cabor akan mendapatkan anggaran itu, meski saat ini dirinya belum dapat memastikan kapan waktu pencairannya. Pasalnya saat ini proses masih memasuki tahap verifikasi.

“Semuanya 52 cabor pasti cair semua sebelum pelaksanaan, yang penting dokumen lengkap dan diterima bendahara,” kata PLT Sekretaris Umum KONI ini.

Hingga saat ini, masih tersisa 14 cabor yang sudah masuk prosesnya, tapi baru sekira 85 persen. Masih ada dua cabor lain, yakni tinju dan biliar yang baru mencapai sekira 65 persen. Tetapi hal itu dikarenakan memasuki proses seleksi pemilihan atlet.

“Sekarang sudah 38 cabor, dan sedang diproses. Salah satu syarat yang sulit bagi mereka itu biasanya SK cabor yang aktif,” tuturnya.

Keuangan itu berhak digunakan sebagai penunjang dan penyemangat, untuk mendulang prestasi dalam perayaan pekan olahraga empat tahunan tersebut.

“Kalau uang yang ada, harus dikelola dengan benar oleh masing-masing pengurus, terserah mereka dipakai apa, yang penting memenuhi kebutuhan,” tutupnya. (*/la)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button