Kaltim

Virus Rubella Dapat Mematikan

SAMARINDA – Virus rubella telah menyebar sejak beberapa tahun terakhir di Kaltim. Sehingga penyakit menular tersebut dianggap sebagai virus mematikan. Sejumlah komunitas yang bersentuhan dengan penyakit yang disebabkan virus itu melaporkan, wabah rubella dapat mengancam jiwa pengidapnya.

Pengurus Komunitas Dunia Tak Lagi Sunyi (DTLS) Borneo, Nurul Widayani mengungkapkan, belum lama ini pihaknya menemukan seorang anak meninggal dunia karena terpapar virus rubella.

“Ada teman saya kemarin lagi hamil, anaknya meninggal. Dia kena virus rubella. Dia sudah hamil sembilan bulan. Anaknya meninggal dalam kandungan,” ungkapnya pada Metro Samarinda, Ahad (2/9) kemarin.

Nurul menjelaskan, virus tersebut banyak ditemukan pada ibu hamil. Apabila virus telah menyerang para ibu hamil, maka salah satu pilihannya yakni menggugurkan kandungan. (info selengkapnya lifat grafis).

“Kalau sudah tes, kemudian dinyatakan positif mengidap virus rubella, maka dokter akan memberikan dua pilihan. Janin itu mau tetap dilanjutkan atau digugurkan. Karena resikonya sangat besar. Kalau sudah kena di kandungan, enggak bisa diobati lagi,” jelasnya.

Pilihan menggugurkan yang ditawarkan para dokter, tambah dia, umumnya terdapat pada ibu yang memiliki janin yang tidak dapat berkembang. Apabila janin dapat berkembang, setelah ibu melahirkan, dipastikan anak tersebut mengidap beragam penyakit bawaan.

“Biasanya ada bayi yang lahir dalam keadaan otaknya kecil, katarak, tuli, jantung bocor, dan resiko lainnya bisa terjadi,” katanya.

Bayi yang lahir dalam keadaan terpapar virus rubella, pada umumnya tidak hanya mengidap satu penyakit bawaan. Dia mencontohkan, anaknya yang bernama Nurul Al Fajrin Arkan Gani (5), kini mengidap beragam penyakit.

Sejak berumur umur 40 hari, anaknya telah dioperasi katarak. Kemudian, dokter menyarankan, agar dilakukan beragam terapi. “Anak-anak yang terkena virus rubella itu harus diterapi. Kalau enggak, badannya lemah. Enggak bisa bergerak. Selama ini anak saya tetap diterapi,” tuturnya.

Karenanya, secara keuangan, dirinya telah menghabiskan ratusan juta untuk perawatan anaknya. Sebagai anak yang tidak dapat mendengar, anak tersebut harus memakai alat bantu pendengaran.

“Enggak bisa dihitung lagi berapa biaya yang sudah habis. Beli alat bantu pendengaran dan operasi katarak. Belum lagi operasi jantung.  Itu yang sangat besar memakan biaya,” ucapnya.

Dia menjelaskan, waktu hamil, virus rubella tidak sepenuhnya dapat diketahui. Namun salah satu tandanya, ada ibu hamil yang terkena gondokan. Hal itu menandakan, bahwa janin dalam kandungannya telah terserang virus rubella.

“Tergantung bawaan badan masing-masing. Kita enggak bisa sepenuhnya mendeteksi. Kecuali dilakukan tes darah. Baru ketahuan,” bebernya.

Dia mengungkapkan, virus rubella telah menyerang ratusan penduduk di Kaltim. Di Samarinda, virus tersebut sudah diidap oleh sedikitnya 100 orang. “Di Berau itu sudah lebih dari 100 orang yang terkena virus rubella. Di Balikpapan juga ada. Memang sudah lumayan banyak,” jelasnya.

Kata Nurul, virul rubella pada umumnya disebabkan para ibu mengonsumsi makanan yang belum matang, kotoran unggas, dan wadah hewan. Namun demikian, virus tersebut dapat dihindari sejak dini dengan beragam cara. Salah satunya, ibu hamil harus menjaga kebugaran tubuh, menjaga pola makan, dan mengonsumsi makanan yang sehat.

“Tetapi paling bagus harus dilakukan vaksin MR (measles rubella, Red.). Supaya tidak menyebar ke anak-anak lain. Kalau enggak divaksinasi, virusnya dapat dengan mudah menyebar,” sebutnya. (*/um)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button