Bontang

Senin, Pedagang di KS Tubun Digusur 

BONTANG – Tak juga pergi, teguran ketiga pun diberikan kepada pedagang dadakan yang berjualan di bahu Jalan KS Tubun, Kamis (6/9) kemarin. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Asdar Ibrahim mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah sesuai dengan protap yang ada. Senin (10/9) nanti tim kota akan melakukan eksekusi bagi pedagang nakal yang masih berjualan di bahu jalan dan atas parit.

Bukan itu saja, tim kota juga bakal memasang empat spanduk di jalan tersebut. Isinya berupa penjelasan mengenai larangan berjualan sesuai dengan Perda Nomor 7 Tahun 2012. Termasuk sanksi jika ada yang melanggar regulasi itu. “Senin kami akan melakukan eksekusi sekaligus memasang imbauan berupa larangan sesuai perda yang telah ada,” kata Asdar.

Adapun jumlah pedagang yang selama ini diberi teguran mencapai 118 lapak. Jumlah tersebut mulai dari samping bangunan baru pasar hingga depan Stadion Bessai Berinta.

Menanggapi hal tersebut, asosiasi pedagang pasar meminta aparat agar tidak semata-mata melakukan penertiban saja, melainkan juga membersihkan seluruh lapak yang ada.

Wakil Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah Nasir mengatakan, situasi yang terjadi belakangan ini membuat pedagang di bangunan sementara Pasar Rawa Indah sepi pembeli. Padahal pedagang tersebut ikut berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi yang dipungut oleh petugas. Sementara pedagang di pinggir jalan selama ini tidak ditarik retribusi.

“Saya minta untuk dibersihkan bukan hanya ditertibkan. Kalau hanya ditertibkan tidak menutup kemungkinan beberapa waktu ke depan mereka bakal melanggar lagi. Kembalikan lagi fungsi Pasar Rawa Indah seperti dulu,” kata Nasir, Kamis (6/9) kemarin.

Nasir pun meminta agar penertiban tidak dilakukan hanya sekali. Tetapi setiap saat petugas diminta melakukan patroli untuk menindak pedagang yang berjualan di area terlarang. “Terlebih saat dini hari kerap sekali pedagang berjejer mulai pukul 04.00 Wita,” kata dia.

Dikatakannya, bagi pedagang dadakan yang ingin berjualan di dalam bangunan bakal diterima dengan tangan terbuka. Mengingat masih terdapat slot kosong di beberapa bagian bangunan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Saleh menyorot izin mendirikan bangunan (IMB) di sekitar area bangunan pasar sementara. Pasalnya, hunian di jalan tersebut kini telah banyak berubah menjadi toko. Bahkan pemilik hunian pun telah menyewakan ke beberapa pedagang dadakan tersebut.

“Saya minta kepada petugas untuk mengecek IMB-nya karena menurut saya dulunya banyak berstatus rumah tetapi sekarang pada berubah menjadi toko,” tuturnya.

Bukan itu saja, Saleh juga mengantongi surat dari Ketua RT sekitar kawasan pasar. Isinya penduduk setempat terganggu dengan limbah yang dihasilkan oleh para penjual. Selain itu, kemacetan arus lalu lintas yang terjadi saat pagi dan sore hari juga menghambat aktivitas warga sekitar pasar. “Ini suratnya berisi keluhan warga karena bau dari limbah pedagang sangat menyengat,” ungkap Saleh sambil menunjukkan suratnya.  (ak)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button