Advertorial

Oktober Jadi Puncak Musim Ikan

BONTANG – Bulan Oktober mendatang menjadi puncaknya hasil tangkapan ikan atau musim ikan. Oleh karena itu Kepala UPT PPI Tanjung Limau, Robysai M Malissa meminta agar pasokan volume BBM di SPBN ditambah.

“Saya minta volume BBM ditingkatkan, jangan sampai seperti bulan Juli dan Agustus para nelayan banyak kehabisan stok BBM,” ujar Roby saat ditemui beberapa waktu lalu.

Namun demikian, permintaannya kali ini direspon baik pihak SPBN. Sehingga Roby mengatakan, pihaknya melihat setiap hari ada tangki BBM masuk ke SPBN.

Ketika Oktober tiba, musim puncaknya ikan bisa berlanjut hingga bulan November. Pada masa itu, nelayan akan mulai ‘ribut’ mengingat harga ikan yang merosot jatuh. “Memang masanya seperti itu. Saat ini, ikan jarang sehingga harga jual mahal. Bulan depan stok ikan banyak, maka harga pun menjadi murah,” terang dia.

Oleh karena itu, Roby mengatakan ke depan perlu mencari solusi bagaimana supaya ikan tidak dijual segar ke luar Bontang, namun dalam bentuk olahan. Baik itu pengalengan ikan atau pengasapan ikan. Maka dari itu, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang sedang berusaha melakukan kajian.

“Kalau kami di PPI ini hanya melayani bongkar muat saja. Tetapi diharapkan dari inovasi penjualan olahan ikan ini bisa memberikan multiplier effect bagi nelayan dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Meski begitu, Roby mengatakan jika membuat industri pengalengan ikan, hanya sedikit melibatkan masyarakat. Tidak seperti pengasapan yang bisa melibatkan banyak masyarakat. “Seperti di Manado yang terkenal dengan ikan asapnya, namun nanti dilihat potensinya lebih ke industri mana,” katanya.

“Ini masih dikaji oleh teman-teman di DKP3 Bontang, dan dijajaki mana yang cocok dikembangkan. Upaya ini akan membuat harga ikan stabil dan masyarakat bisa menikmati manfaatnya,” sambung Roby.

Rencana ini sendiri sudah menjadi perhatian bagi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Dalam hal ini pihak DKP3 Bontang hanya tinggal mempersiapkan segala sesuatunya. “Kami siapkan supaya kapal-kapal bisa terpusat untuk bongkar muat ikan di PPI Tanjung Limau. Untuk memudahkan pengawasan penanganan ikan pasca panen dan pengawasan kapal perikanan,” pungkasnya. (mga/adv)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button