Kaltim

Gaji Guru Diputuskan Hari Ini 

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Jumat (21/9) ini, memanggil perwakilan guru honorer yang mengajar di SMA/SMK Negeri. Pemanggilan sebagai tindak lanjut pro dan kontra penetapan tambahan gaji atau insentif untuk para pendidik yang berada dalam wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Pertemuan yang sedianya diadakan di Gedung Karang Paci itu diagendakan pukul 08.00 Wita hari ini. Namun demikian, para guru honorer melalui Forum Sahabat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Honorer (FORSA-PTKH) Kaltim tak menerima surat resmi dari DPRD Kaltim perihal pertemuan tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua FORSA-PTKH Kaltim, Abdul Samad, Kamis (20/9) kemarin. Menurutnya, Kepala Disdikbud Kaltim hanya meminta pihaknya untuk hadir dalam rapat dengar pendapat itu.

“Saya dihubungi Pak Idhamsyah. Beliau Kepala Bidang Ketenagaan Disdikbud Kaltim. Jadi belum ada surat undangannya. Tetapi yang pasti kami akan hadir. Karena ini permintaan dari atasan kami Kepala Disdikbud Kaltim,” ungkapnya.

Dalam rapat dengar pendapat itu, kata Samad, pihaknya akan menyampaikan beragam aspirasi dari para guru. Perihal munculnya opsi baru dari Disdikbud, guru honorer akan mempertimbangkannya jika didasarkan aturan yang berlaku.

“Tergantung penjelasannya nanti. Kalau penjelasan itu tidak bisa kami terima, ya mungkin saja akan kami adakan penolakan. Karena sebenarnya teman-teman ini tidak setuju. Bahkan mereka mau aksi. Sekarang sudah ada penggalangan massa,” bebernya.

Namun sejauh ini, FORSA-PTKH masih tetap kekeh pada komitmen awal. Yakni tidak menerima kebijakan penambahan gaji empat bulan dari Disdikbud Kaltim. Dia menekankan, dialog dengan Disdikbud dan DPRD Kaltim akan didahulukan sebelum dilakukan demonstrasi.

“Demonstrasi itu langkah terakhir. Tetapi kalau misalnya penjelasan itu tidak memberikan kami kepuasan, mungkin saja kami akan menolaknya. Tetapi semuanya kita lihat besok (hari ini, Red.),” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Disdikbud Kaltim, Dayang Budiati mengungkapkan, dana untuk gaji guru honorer itu diambil dari anggaran OPD tersebut. Pihaknya telah menyepakati anggaran sebesar Rp 11,2 miliar.

Kata dia, sejatinya Disdikbud Kaltim ingin membayar tambahan gaji guru honorer tersebut untuk satu tahun penuh. Namun hal itu terkendala aturan. Padahal anggaran untuk gaji selama setahun telah tersedia di Disdikbud.

“Kami awalnya tetap ngotot dibayarkan 12 bulan. Namun aturannya tidak memperbolehkan. Kami meminta begitu karena uangnya ada. Uangnya itu ada di dinas,” beber Dayang.

Di tahun 2019, gaji sebesar Rp 700 ribu itu akan dibayar setiap bulan, yakni sejak Januari hingga Desember 2019. “Iya, mulai tahun depan akan dibayar setahun penuh,” ucapnya.

Dengan adanya penambahan Rp 700 ribu tersebut, gaji guru honorer yang awalnya Rp 1,5 juta setiap bulan, dapat meningkat menjadi Rp 2,2 juta. Sehingga tidak terlampau jauh dengan UMR Kaltim senilai Rp 2,5 juta. (*/um)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button