Kaltim

Wali Siswa Siap Bermalam di Sekolah 

SAMARINDA – Polemik pemindahan gedung sekolah di Jalan Piano masih terus bergulir. Wali siswa SD 006 masih kekeh tidak mau pindah ke SD 007. Hal ini terjadi lantaran wali siswa SD 006 masih beranggapan kelas yang disediakan oleh SD 007 adalah enam kelas. Padahal sejatinya total kelas yang disediakan ada sepuluh ruang. Belum termasuk musala dan ruang guru.

Selain itu menurut pertemuan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan wali siswa seminggu lalu, mereka dijanjikan pembentukan tim guna melihat ruang kelas di SD 007. Namun, hingga kini hal tersebut belum jelas rimbanya. Di saat semua keadaan masih belum jelas, mereka malah dikejutkan kabar pemindahan SMA 16 ke SD 006 yang dikawal Satuan Polisi Pamong Praja (Satpl PP), Jumat (20/9) lalu.

Hal ini mendapat reaksi keras dari wali siswa SD 006. Tak ingin sekolahnya diambil, wali siswa SD 006 itu pun memutuskan untuk bertahan di sekolah tersebut. Bahkan, Ketua Komite SD 006, Mugeni mengatakan, pihaknya siap jika harus bermalam di tempat itu.

MASAK-MASAK: Wali siswa 006 yang enggan pindah ke SD 007 memutuskan untuk mempertahankan sekolah. Bahkan, mereka masak-masak di halaman SD tersebut lantaran tak mau pergi karena takut gedung sekolahnya direbut.(DEVI/METRO SAMARINDA)

“Kami akan mempertahankan sekolah ini. Sebab informasinya mereka akan datang ke sini membawa Satpol PP. Padahal kesepakatannya dengan Dinas Pendidikan akan dibentuk tim. Namun sampai sekarang belum ada, makanya orang tua siswa bertahan di sini sampai urusan selesai. Kalau perlu menginap,” beber Mugeni.

Di sisi lain, wali siswa yang enggan dikorankan namanya masih merasa bingung dengan persoalan yang ada. Ia berkata, sebenarnya masalah sekolah ini tidak sampai harus seperti ini. Dalam hal ini, dia meminta agar bersama pihak pemkot bisa duduk satu meja guna meluruskan segala persoalan yang ada.

“Makanya kami bertemu dulu dengan pihak pemerintah. Nanti kalau ada inisiatif dari pemkot kan bisa kami tambahkan supaya masalah ini cepat selesai. Jangan sampai momen ini dimanfaatkan oknum-oknum tertentu mengingat ini bulan politik,”ucapnya.

Bahkan, ia mengaku tidak tahu menahu perihal pembagian kelas yang telah ditetapkan oleh pemkot. Sebab dari awal kabar yang beredar bahwa sekolah tersebut mau digusur.

“Kalau mendengar sekolahnya mau digusur orang tua siswa mana yang tidak emosi. Masalah gedung sekolah yang disediakan SD 007 ada sepuluh saja saya tidak tahu. Saya tahunya yang disediakan ada enam. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kami jangan diadu,” ketusnya. (*/dev)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button