Kaltim

Pemilih Wajib Cermat dan Kenali Calon

SAMARINDA – Pemilihan Umum (pemilu) 2019 akan jauh berbeda dengan pemilu empat tahun setengah yang lalu. Pasalnya, tahun depan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden akan dilaksanakan secara serentak. Karenanya, pemilih diminta untuk berpartisipasi aktif selama tahapan kampanye dan sosialisasi pemilu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, Muhammad Taufik mengatakan, terdapat lima surat suara yang akan dicoblos pemilih di pemilu 2019. Antara lain surat suara untuk calon presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD RI.

Selama tahapan kampanye berlangsung, Taufik menyarankan, para pemilih aktif mengenali calon yang akan dipilih. Dengan begitu, di masa pencoblosan tidak lagi bingung menentukan pilihan.

“Kenali visi dan misi mereka. Tidak hanya nama dan latar belakang saja. Harus benar-benar kenal semua hal. Ini juga menjadi tugas kita untuk menyosialisasikan pemilu ini,” imbuhnya, Ahad (23/9) kemarin.

Kata dia, perbedaan dalam pemilu kali ini tidak hanya terjadi pada jumlah surat suara yang dicoblos, tetapi juga tempat pemungutan suara (TPS) dipastikan lebih banyak. Sebab setiap TPS paling maksimal hanya terdapat 300 orang.

“Kami sudah instruksikan, di setiap TPS tidak boleh lebih dari 300 pemilih. Jadi ada penambahan TPS. TPS juga makin dekat. Ada di rumah-rumah warga. Nanti semakin memberikan kemudahan bagi pemilih untuk menyalurkan hak suaranya,” kata dia.

Dia meminta pada seluruh peserta pemilu agar menjalankan aturan kampanye. Antara lain tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, politisasi SARA, dan politik uang.

Selain itu, sebelum kampanye, seluruh partai politik serta tim sukses calon presiden dan wakil presiden diminta untuk menyampaikan jadwal kampanye dan dana yang akan digunakan.

“Sejak awal jadwal harus disampaikan pada kami. Kemudian dana yang akan digunakan juga harus dilaporkan. Misalnya ada kaos yang dipakai, harganya tidak boleh lebih dari standar yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, di daftar calon sementara (DCS) terdapat 718 bakal calon anggota DPRD Kaltim yang akan bertarung di pemilu 2019. Namun setelah dilakukan verifikasi, saat penetapan daftar calon tetap (DCT), sembilan orang dinyatakan tidak lolos persyaratan. Sehingga, calon yang akan berlaga hanya tersisa 709 orang.

Ratusan calon tersebut akan memperebutkan 55 kursi anggota DPRD Kaltim. Nantinya, terdapat enam daerah pemilihan (dapil) yang akan menjadi medan pertarungan calon untuk memperebutkan kursi legislatif.

Komisioner KPU Kaltim, Muhammad Syamsul Hadi menjelaskan, di dapil satu Samarinda para calon akan memperebutkan 12 kursi. Kemudian dapil dua Balikpapan terdapat 10 kursi dan dapil tiga Penajam Paser Utara dan Paser tujuh kursin.

Di dapil empat Kutai Kartanegara 11 kursi, dapil lima Kutai Barat dan Mahakam Ulu tiga kursi, serta dapil enam Berau, Bontang, dan Kutai Timur terdapat 12 kursi.

Sementara sebaran tempat dan jumlah pemilih yakni terdapat 103 kecamatan, 1.038 desa/kelurahan, dan 10.765 TPS. Sedangkan jumlah pemilih sebanyak 2.386.200 jiwa. Meliputi pemilih perempuan 1.150.751 orang dan pemilih laki-laki 1.235.449 orang. (*/um)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button