Advertorial

Bawaslu Bentuk Akademi Pengawas Pemilu

SANGATTA -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  Kutim, membentuk Akademi Pengawas Pemilu (APP). Sedikitnya 30 orang tergabung dalam akademi tersebut.

Dikatakan Kepala Sekretaris Bawaslu Hairy Ansari dalam pelatihan akademi ini, pihaknya melibatkan beberapa unsur masyarakat. Di antaranya mahasiswa, pelajar, dan media.

Mereka dilibatkan bawaslu lantaran dianggap masuk dalam generasi independen. Tak memihak kepada siapapun. Nilai-nilai kejujuran dan semangat menegakkan keadilan masih bergelora di tubuh mereka.

“Kita semua merupakan generasi milenial yang cinta akan pemilu bersih, aman, adil, dan sukses. Karenanya, mari kita kawal pemilu ini sebaik mungkin,” kata Hairy.

FOKUS: Para peserta fokus mendengarkan arahan dari panitia akademi.(Foto Dhedy/Sangatta Post)

Katanya, akademi yang memiliki moto  “Kami Punya Idealisme, Kami Siap Menegakkan Keadilan Pemilu” dalam rangka pelaksanaan pemilihan umum tahun 2019, memiliki beberapa tujuan utama.

Pertama, menjadi penyampai pesan pemilu kepada masyarakat. Kemudian, melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang tak diinginkan, dan terakhir ialah ikut menyukseskan pemilu ini.

“Disaat  di lapangan, ada empat karakter orang yang kita hadapi. Pertama orang yang  tahu tentang pemilu dan mau menyukseskannya. Kemudian, mereka tahu, tetapi tidak mau. Ada pula yang  tidak tahu, tetapi mau, dan paling parah ialah  tidak tahu dan tidak mau,” jelas Hairy

Ketua Bawaslu Kutim, Andi Mappasiling mengatakan gelaran  akademi ini merupakan salah satu penerapan UU Nomor 7 Tahun 2017. Yakni tentang pengawasan partisipatif.

“Untuk berkontribusi dalam melakukan pengawasan pemilu ini. Kita bersama-sama dibantu untuk mengawasi. Intinya, sampaikan kepada masyarakat tentang tujuan pemilu, pelanggaran pemilu, dan kita  melakukan pengawasan,” kata Andi.

Dibentuknya akademi ini tak lain, untuk membantu bawaslu dalam melakukan pengawasan. Sebab, bawaslu tak dapat bergerak sendiri, akan tetapi perlu bantuan semua pihak. Salah satunya ialah akademi ini.

“Kami tak dapat mampu sendirian, akan tetapi perlu bantuan semua pihak. Paling tidak menjadi pengawas pemilu partisipatif di tempat sendiri atau lingkungan sendiri,” katanya. (dy/adv)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button