Olahraga

Panahan Bontang Sumbang Perunggu 

SAMARINDA – Dalam Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) Kaltim tahun ini, cabang olahraga (cabor) Panahan Bontang berhasil meraih medali perunggu. Dari total empat anggota tim, medali tersebut disumbangkan oleh M Daffa Zaky Abdillah dengan raihan skor 298 di sesi pertama pertandingan dengan jarak 50 meter. Sedangkan juara pertama dipegang oleh Kukar.

Pelatih Tim Panahan Bontang, Winata mengatakan, wajar saja jika timnya hanya meraih perunggu. Hal ini lantaran tim lawan jauh lebih terampil dan berpengalaman jika dibandingkan dengan tim yang diasuhnya.

“Untuk cabang olahraga panah, atlet-atlet Bontang ini termasuk atlet yang karir dalam pertandingannya mulai menanjak. Kami masih belajar, jadi sudah dianugerahi juara ketiga saja kami sudah bersyukur,” tutur dia, Selasa (25/9) kemarin.

Menurut dia, dari semua lawan anak-anak didiknya yang paling berat memang tim panahan asal Samarinda dan Kukar. Sehingga, dari pengalaman tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi lebih lanjut. Terutama, dalam frekuensi latihan.

Ia menilai, kurangnya latihan menjadi salah satu penyebab tidak maksimalnya penampilan timnya. “Karena di Bontang itu untuk meningkatkan frekuensi latihan memang agak susah jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Kalau daerah lain kan latihannnya hampir setiap hari. Selain itu, jam latihannya juga tergolong padat,” beber dia.

Berkaca pada hasil pertandingan kemarin, ia pun menargetkan, timnya membawa pulang perunggu dan perak. “Kita realistis saja. Kami target meraih perunggu dan perak, karena memang lawan-lawannya berat,” tutur dia.

Kendati demikian, ia tetap optimistis suatu saat Bontang akan bisa menyumbang mendali emas. Terlebih, apabila para senior pesaing berat tim asuhannya itu lenggser dikarenakan keterbatasan usia. “Insyaallah pada kesempatan itu kami akan menjadi yang terbaik,” tegasnya.

Terpisah, Budi Dwi Pranoto, selaku ketua tim Panahan Bontang mengaku, timnya masih merasa kurang puas dengan hasil raihan pertandingan kemarin. Sebab, ia menyebut waktu pertandingan dirinya terlalu emosi dan terburu-buru sehingga membuat performanya di lapangan menjadi tidak maksimal

Selain itu, ia menilai, faktor alam pun turut mengambil peran dalam kekalahan timnya. Angin membuat arah anak panah menjadi tidak seimbang sehingga menyulitkan pemain.

Kendati demikian, hal tersebut tidak membuat ia bersama timnya berkecil hati. Sebab masih ada pertandingan lainnya untuk memperebutkan label juara. “Saya dan teman-teman akan berusaha sekuat mungkin untuk meraih medali emas dan mengharumkan nama Bontang,” pungkasnya. (*/dev)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button