Kaltim

Vaksinasi MR Terbilang Rendah 

SAMARINDA – Hingga saat ini, capaian imunisasi Measles Rubella (MR) di Kota Tepian masih tergolong rendah. Meski telah mendapat label mubah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun nyatanya banyak orang tua siswa yang masih enggan memvaksinasi anaknya karena alasan belum memiliki label halal. Tercatat, hingga mendekati akhir September capaian vaksinasi MR baru mencapai angka 55 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda, Rustam mengaku, ketiadaan label halal itu memang masih menjadi momok bagi orangtua siswa. Mengingat, mayoritas masyarakat Samarinda merupakan warga muslim.

“Vaksin yang ada sekarang memang rata-rata tidak memiliki label halal. Dan itulah yang masih dipermasalahkan wali siswa,” ujarnya, belum lama ini.

Padahal, pihaknya telah melakukan pemahaman bahwa tindakan tersebut sebagai upaya pencegahan atas penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan campak, cacat, hingga meninggal dunia. Meskipun demikian, ternyata hal ini tak membuat orang tua siswa bergeming.

Rustam pun mengaku, pihaknya kerap melakukan sosialisasai ke puskesmas hingga ke sekolah-sekolah mengenai pentingnya vaksinasi untuk menjaga kekebalan tubuh anak. Namun tetap saja semua kembali kepada kehendak orang tua siswa tersebut. Pihaknya pun tidak memiliki wewenang untuk memaksakan apalagi penolakan itu datang dari orangtua siswa sendiri.

“Setiap orang tua maupun siswa sebenarnya berhak menolak jika tidak ingin mendapatkan vaksin, karena masih ada keraguan atas lisensi halal yang belum melekat pada program ini. Kami juga tidak bisa memaksa, semua itu kembali ke wali siswa. Mereka bisa menunggu hingga pemerintah mengeluarkan vaksin yang halal,” ucapnya.

Kendati demikian, ia tetap mengimbau kepada orangtua siswa untuk melakukan vaksinasi. Sebab, walaupun tingkat kasus anak yang terjangkit campak tergolong tidak banyak, namun untuk Samarinda sendiri sudah ada kasusnya.

“Saya tidak hafal datanya. Tapi penyakit campak kan memang sudah ada sejak dulu karena memang terjadi sebagai dampak tidak vaksinasi. Untuk itulah kami mewajibkan bagi anak sekolah untuk menjalankan vaksin ini,” pungkasnya. (*/dev)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button