Advertorial

20 Hadiah Disiapkan Simpeda Lokal Bankaltimtara

BONTANG – Kemeriahan Undian Simpeda Lokal Bankaltimtara, Kamis (4/10) lalu tampak terasa di Gedung Koperasi Karyawan (Kopkar) Pupuk Kaltim. Sebanyak 20 hadiah disiapkan untuk para nasabah Bankaltimtara cabang Bontang.

Mengawali sambutannya, Direktur Operasional Bankaltimtara, Muhammad Yamin mewakili manajemen Bankaltimtara menghaturkan belasungkawa dan turut berduka cita bagi kota Palu, Donggala, dan wilayah sekitar Sulawesi Tengah atas musibah gempa dan tsunami, pekan lalu. “Mudah-mudahan saudara-saudara kita diberi ketabahan,” ucap dia.

Lanjut Yamin, tabungan simpeda yang digelar Kamis malam lalu merupakan apresiasi Bankaltimtara kepada seluruh nasabah tabungan simpeda yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara). Bahwa dari tahun ke tahun menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Hal ini dapat dilihat dari jumlah penabung hingga akhir 2018 mencapai 383.838 nasabah dengan jumlah tabungan simpeda atau jumlah saldo simpeda sebesar Rp 3,5 triliun. Memiliki 60,54 persen dari tabungan yang berhasil dihimpun Bankaltimtara yaitu sebesar Rp 5,9 triliun.

 

Untuk cabang Bontang sendiri, di bawah kepemimpinan Sayid Mohammad Hanafiah, Bankaltimtara cabang Bontang berhasil menghimpun dana tabungan simpeda sebesar Rp 148,135 miliar dengan jumlah penabung sebanyak 18.203 nasabah dan memiliki share sebesar 2,42 persen dari seluruh tabungan simpeda yang ada di Bank Kaltimtara.

Mencermati angka ini, bahwa share 2,42 ini belum sebanding dengan jumlah penabung yaitu 4,7 persen. Artinya secara rata-rata saldo tabungan yang ada di Bontang masih berada di bawah saldo rata-rata secara konsolidasi di Bankaltimtara.

Ia berharap, melalui acara ini, di masa mendatang saldo rata-rata tabungan di kantor cabang Bontang bisa lebih meningkat. Data tersebut menunjukkan tabungan simpeda Bankaltimtara secara keseluruhan tentu cukup menarik dan diminati oleh masyarakat. Keamanan dan kemudahan layanan bertransaksi melalui ATM bersama maupun ATM Prima.

“Saat ini ada gerbang pembayaran nasional. Kalau dulu ada ATM bersama, prima, alto, dan lainnya. Satu sama lain belum terkoneksi, saat ini satu dan lainnya sudah terkoneksi sehingga tidak perlu khawatir jika ambil di ATM lain yang tidak terkoneksi,” tutur dia.

Tabungan simpeda adalah produk dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia. Yang pengundiannya dilakukan dua kali dalam satu tahun. Khusus Kamis malam lalu, pengundian hadiah simpeda lokal Bankaltimtara merupakan kedelapankalinya. Rencananya akan diadakan di seluruh kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara.

“Berpeluang menang pada Kamis malam lalu hanya nasabah simpeda yang ada di kantor cabang Bontang dan kantor cabang pembantunya serta kantor kas, sebanyak 18.203 orang dari 383.838. Insyaallah acara seperti ini akan kami langsungkan setiap tahunnya,” kata Yamin.

Untuk diketahui, dalam rangka memperluas layanan dan memberikan kenyaman kepada nasabah, Bankaltimtara terus berusaha mengembangkan produk dan layanan. Tahun ini pun, Bankaltimtara menganggarkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 550 miliar untuk seluruh pengusaha mikro dan kecil yang ada di Kaltim dan Kaltara.

Ke depan, Bank Kaltimtara akan mengikuti perkembangan digital banking. “Sedang berproses, insyaallah tahun depan dapat menikmati produk internet banking dan mobile banking,” tambah dia.

Pada kesempatan itu pula, sebagai wujud kepedulian kepada korban gempa dan tsunami, ia mengajak nasabah dan tamu undangan untuk menyisihkan rezekinya. Hingga akhir acara terkumpul sekira Rp 9,729 juta. Sementara dua hari sebelumnya, seluruh karyawan/karyawati Bankaltimtara cabang Bontang telah melakukan hal serupa terkumpul sebanyak Rp 13 juta.

“Sumbangan ini akan kami serah terimakan kepada Wali Kota Bontang untuk diteruskan kepada korban bencana,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan meski saat ini kondisi ekonomi secara global mengalami penurunan, namun ia tetap mengajak masyarakat menabung di Bankaltimtara. Sebab baginya, Bankaltimtara merupakan bank-nya Pemkot Bontang dan rakyat Kaltim dan Kaltara. Mengingat Bankaltimtara sudah terbentuk perseroan terbatas (PT), maka Corporate Social Responsibility (CSR) harus terencana.

“Jika bank-nya sehat, tentu masyarakat akan mendapatkan deviden yang akan dikembalikan berupa program-program untuk kesejahteraan masyarakat. Mengingat saya (Pemkot Bontang, Red.) sebagai pemegang saham untuk tidak dijual kepada pihak ketiga,” harap Neni. (ra/adv)

 

 

 

 

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button