Kaltim

Masih 50 Persen, Serapan Belanja Langsung Belum Maksimal 

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda patut waswas. Meski secara keseluruhan serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sudah mencapai 62 persen, serapan anggaran belanja langsung belum terlalu maksimal, yakni masih berkisar di angka 50 persen. Padahal, tersisa kurang lebih tiga bulan menjelang akhir tahun.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda, Toni Suhartono, lambatnya serapan anggaran tersebut lantaran pembayaran semua kegiatan berdasarkan progres proyek. Dan proses lelang disebut menjadi salah satu alasan lambatnya progres tersebut karena memakan waktu hingga satu bulan.

“Terkadang proses lelang juga menjadi kendala, karena akan memakan waktu lagi sebelum proyek dilaksanakan. Apalagi target proyek kebanyakan berakhir di bulan November dan Desember. Makanya serapan anggarannya agak lambat,” ujarnya, belum lama ini.

Ia mengatakan, apabila progres proyek di lapangan baru mencapai  80 persen, maka pembayarannya pun akan menyesuaikan. Tidak bisa langsung dibayar semua. “Yang jelas proses pembayarannya tergantung pada progres di lapangan,” tutur dia.

Sedangkan untuk belanja tidak langsung, Toni berkata, tidak ada kendala. Karena serapan anggarannya nyata dan dilakukan setiap bulan. “Kalau belanja tidak langsung itu kan seperti pembayaran gaji, perjalanan dinas, dan keperluan kantor lainnya yang selalu terjadi tiap bulan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Toni mengatakan, selain belanja tidak langsung, serapan anggaran yang lancar dan tidak mengalami masalah adalah alokasi anggaran khusus (DAK) dan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim. Hingga kini serapan anggarannya sudah mencapai 75 persen dari target 95 persen.

Di sisi lain, Toni menjelaskan, dana bankeu turun secara bertahap dan yang mejadi kendala adalah apabila serapan anggaran tahapannya tidak dilakukan secara maksimal. Maka dana bankeu dan DAK terancam tidak akan diturunkan lagi.

“Soalnya untuk Samarinda kami sudah mengajukan anggaran tahap ketiga. Ini sangat berisiko. Maka dari itu kami kejar terus OPD (Organisasi perangkat daerah, Red.) yang mendapat kucuran dana tersebut agar bisa memaksimalkan serapan anggarannya. Kalau OPD tidak memaksimalkan serapan tahap dua, maka tahap tiga tidak akan dikucurkan,” tutur dia.

Kendati demikian Toni tetap optimistis. Sebab ia menyebut, biasanya serapan anggaran untuk November dan Desember terbilang lebih tinggi. “Apalagi mereka harus kejar target. Selain itu, pengawasan penggunaan dana bankeu dan DAK sangat ketat. Jadi yang lain tidak bisa asal-asalan,” tutur Toni.

Untuk diketahui, total APBD Pemkot Samarinda adalah  Rp 2,030 triliun yang terbagi dalam belanja tidak langsung yang mencapai Rp 870 miliar dan belanja langsung senilai Rp 1,159 triliun.

Dana bankeu dan DAK Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dikucurkan untuk empat OPD. Di antaranya, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), Dinas Kesehatan Kota (DKK), dan Dinas Pendidikan (Disdik).

Dari keempat OPD tersebut, Toni mengaku serapan anggaran DPUPR sedikit terlambat. Hal ini pun lantaran mereka masih mengerjakan pembangunan gedung di RS IA Moeis.

“Walaupun begitu kami tetap optimistis bisa membayar semua tagihan. Kami juga mengimbau kepada seluruh kotraktor agar dapat melakukan pekerjaan dengan tuntas dan mengajukan administrasi lengkap kepada BPKAD,” pungkasnya. (*/dev)

Info grafis

Jumlah APBD     Rp 2.030.062.975.996

Serapan Anggaran Belanja Daerah          

Pembagian                         Jumlah Anggaran                             Serapan                               Presentase

Belanja tidak langsung  870.818.092.078                                653.113.569.058                75 %

Belanja langsung             1.159.244.883.918                            579.622.441.959                50 %

Bankeu                                 183.000.000.000                                132.250.000.000                75 %

DAK                                       77.000.000.000                                  57.750.000.000                  75 %

 

OPD yang Mendapat Kucuran DAK dan Bankeu:

Nama OPD                          Kegiatan

DPUPR                                  Sanitasi, jalan, pengendalian banjir

Disperkim                           Jalan lingkungan, drainase lingkungan, pertamanan

DKK                                        Pembangunan gedung RS IA Moeis, Pembayaran BPJS dan Jamkesda

Disdik                                   Rehab gedung sekolah SD dan SMP, pembayaran gaji guru

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button