Breaking News

Bawaslu Ragukan DPT

SANGATTA – Meski daftar pemilih tetap (DPT) sudah dirilis, nyatanya masih saja ada kekeliruan. Orang yang sudah meninggal ternyata masuk dalam DPT. Ini menjadi riskan untuk disalahgunakan.

Komisioner Bawaslu Kutim, Muhammad Idris menjelaskan, DPT seharusnya menjadi ujung tombak data terakhir pemilih. Seyogyanya tidak ada lagi kesalahan, namun ia meragukan hal tersebut. Sehingga membuat pihaknya harus kembali melakukan verifikasi faktual (verfak) di lapangan.

“Kami lakukan verfak agar data akhir bisa falid. Jangan sampai orang yang sudah meninggal masih punya hak mencoblos,” ujarnya saat diwawancarai di kantornya.

Usai timnya melakukan pegecekkan di lapangan, ditemukan 96 data orang meninggal yang memiliki hak pilih. Penyebarannya berbeda di sejumlah kecamatan di Kutim. “Dari data yang diperoleh, hampir 100 orang yang telah tiada masih dianggap. Ini harus diwaspadai,” tuturnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, pihaknya akan lakukan koordinasi kepada Panwascam. Guna validasi data. Menurutnya, jika tidak segera faktualisasi maka dikhawatirkan akan menjadi permasalahan pada Pileg-Pilpres 17 April 2019 mendatang.

“Akan kami selesaikan, pastinya berkoordinasi dengan pihak terkait. Supaya saat pesta demokrasi berlangsung tak ada kendala,” harapnya.

Langkah selanjutnya, jika data telah sesuai dengan hasil verfak, maka akan diadakan pleno kembali. Agar seluruh kecamatan tidak simpang siur data. (*/la)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button