Bontang

Ganggu Jaringan, Pohon Dipangkas

BONTANG – Karena dinilai mengganggu jaringan listrik, pohon-pohon peneduh yang berada di pinggir jalan utama harus dipangkas rantingnya. Namun, bukan berarti pohon-pohon tersebut ditebang hingga ke batangnya. Hal tersebut demi keamanan jaringan PLN kedepannya. Dalam pelaksanaan pemangkasan ranting pohon pun, PLN lakukan pemadaman sementara.

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Bontang Kota, Poniman mengatakan info pemadaman yang disebarluaskan oleh PLN ULP Bontang Kota dikarenakan adanya kegiatan jadwal pemeliharaan jaringan listrik di wilayah kerja PLN ULP Bontang pada Jumat (26/10) kemarin.

Pemeliharaan jaringan, dalam hal ini yakni memangkas ranting pohon yang nyaris mencapai kabel jaringan PLN di wilayah Jalan Pupuk Raya, Perum BTN, Perum BSD, Perum Bukit Sintuk, Hotel Sintuk, hingga SMKN 1 Bontang. “Memang ada pekerjaan perawatan, dan info pemadaman telah kami sebarkan satu hari sebelum pemadaman,” jelas Poniman saat ditemui di kantornya, Jumat kemarin.

Kata dia, pihak PLN ULP Bontang Kota sedang konsentrasi membersihkan ranting yang menghalangi kabel listrik. Selain berbahaya ke jaringan listrik, pohon-pohon yang tinggi juga berbahaya bagi pengendara. Poniman tak ingin seperti kejadian di wilayah BSD, ketika pohon tumbang karena cuaca, mengenai jaringan hingga membutuhkan perbaikan. “Kalau sudah tumbang dan merusak jaringan, tentu pemadamannya akan lebih lama. Makanya, mau tidak mau kami padam kan sementara selama proses pemangkasan ranting pohon,” bebernya.

Dalam hal ini, pihak PLN ULP Bontang Kota juga dibantu oleh Pemkot Bontang melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan survei bersama pohon mana saja yang dinilai bisa membahayakan. “Kami memangkas pohon yang dekat dengan jaringan, dna itu dilakukan setiap hari,” ujar dia.

Sementara dari pihak DPKPP Bontang memangkas pohon yang dinilai membahayakan. Seperti di wilayah Kilometer 6, turunan Stitek hingga Pasar Taman Telihan terlihat beberapa pohon sudah dipangkas rantingnya. “Memang pohon-pohon tersebut berfungsi sebagai peneduh, tetapi di sisi lain juga menjadi ancaman bagi listrik dan pengguna jalan,” ungkapnya.

Disebutkan bahwa jika ada kegiatan pemeliharaan maka pihaknya akan memberikan pengumuman pemadaman sehari sebelumnya. Berbeda jika terjadi gangguan atau kerusakan baik akibat hewan, ataupun cuaca, maka pemadaman akan terjadi secara dadakan. “Karena sudha memasuki musim penghujan, maka jaringan juga rentan terkena petir. Kami minta partisipasi warga laporkan jika terdapat gardu yang mengalami kerusakan karena alam ke call center 123,” pungkasnya.(mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button