Bontang

Pajak Reklame Bocor

BONTANG – Pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak reklame masih belum maksimal. Walau dalam kenyataannya tahun ini mendekati target. Pada 2017 bahkan realisasinya mencapai 123,85 persen.

Jumlah itu sejatinya masih bisa bertambah, mengingat tak sedikit pemasang reklame yang tak membayar pajak. Terutama yang berada di median jalan.

Kabid Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Bontang Febtri Manik menuturkan bahwa pihaknya masih menelusuri pemilik reklame yang berada di median jalan. Agar bisa meminta pelunasan pajak.

“Yang sudah dipasang atau berisi reklame maka kami coba hubungi pemasangnya. Kalau yang kosong dibiarkan saja,” jelas Febtri, ditemui di ruangannya, Selasa (30/10).

Disinggung mengenai kebocoran pajak reklame, Febtri tak bisa memastikan dengan angka. Pasalnya, setiap reklame dikenakan pajak yang berbeda. Tergantung dari ukuran, lama pemasangan, serta tambahan lain, seperti lampu.

“Sistem yang menentukan biaya pajak. Ketika pemilik sudah didapatkan maka diminta mendatangi kantor kami. Jika tidak maka surat peringatan 1 sampai 3 dilayangkan dan berujung penertiban,” tuturnya.

Febtri mengaku para pemasang reklame dinilai cukup nakal. Karena rata-rata tidak menyetor pajak. Tetapi untuk menyisir penanggungjawabnya pun, diakuinya terkendala keterbatasan personel. “Kami sih inginnya persuasif dulu, tidak langsung penindakan. Makanya, tergantung kesadaran dari para pemasangnya,” imbuhnya.

Terkait realisasi pajak, hingga 22 Oktober sudah didapat Rp 416.747.507. Dari target yang ditentukan, sebesar Rp 450 juta. Sementara tahun lalu, dperoleh Rp 563.504.950. Alias sebesar 123,85 persen dari target Rp 455 juta.

“Target memang tidak dipasang maksimal karena hanya estimasi, jadi target itu minimal,” ujarnya.

Ditambahkan Kepala BPKD Bontang Amiluddin, penurunan target pajak reklame, karena iklan rokok sudah dilarang. Mengingat biaya penanganan dampak negatif rokok lebih tinggi dibanding hasil pajak dari iklan rokok. “Sekarang tidak bisa lagi,” katanya.

Sementara, Wali Kota Bontang Neni Moernieni meminta pemasang reklame seharusnya lebih tertib. “Pokoknya kalau bisa tertib untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bontang,” pungkasnya.(mga)

PAD DARI PAJAK REKLAME

Tahun                         Target                         Realisasi                                 Presentase

2017                           Rp 455.000.000                     Rp 563.504.950                     123,85

2018                           Rp 450.000.000                     Rp 416.747.507                 92,61(22/10)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button