Kaltim

Warga Ramai-Ramai Jual Tanah 

SAMARINDA – Sudah dua bulan terakhir, di sepanjang jalan poros Samarinda-Bontang, khususnya di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, menjamur jasa penjualan tanah.

Sepanjang jalan dari Kota Tepian menuju Bandar Udara (Bandara) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, terdapat beragam spanduk yang menawarkan penjualan tanah.

AG (30), seorang penjual tanah yang dimintai keterangan oleh Metro Samarinda, membenarkan munculnya beragam penjual tanah di sekitar bandara yang dibangun di masa kepemimpinan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak itu. Bahkan dirinya ikut melihat potensi dan peluang bisnis tersebut.

“Saya juga ikut menjualkan tanah orang di sekitar bandara. Satu petak paling murah harganya Rp 70 juta. Lebih luas lagi tanahnya, kadang dijual Rp 90 juta sampai Rp 100 juta,” bebernya belum lama ini.

Selain tanah, di jalan sekitar jalan poros Sungai Siring itu sedang marak pembangunan perumahan. Sekira satu kilometer sebelum memasuki bandara, terdapat sejumlah alat berat yang meratakan tanah.

Sudah sebagian besar tanah yang diuruk sedemikian rupa. Dari jarak 100 meter dapat dilihat, hamparan pohon yang sudah ditanam di sekitar jalan masuk perumahan. Perumahan itu dibangun di hamparan ladang dan gunung di berdekatan dengan jalan raya.

Meski pembangunannya masih memerlukan tahapan panjang, dalam beberapa bulan ke depan, beragam analisis yang dihimpun media ini, memperkirakan perumahan itu akan rampung bersamaan ramainya hilir mudik menuju Bandara APT Pranoto.

Tidak hanya tanah dan perumahan yang muncul di Kelurahan Sungai Siring. Rumah makan juga mulai menjamur sejak bandara tersebut mulai beroperasi dan membuka rute penerbangan domestik.

Ani (37), pemilik rumah makan yang jaraknya 500 meter dari gerbang masuk bandara, mengaku senang dengan adanya pembangunan dan pengoperasian pelabuhan udara yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 1,8 triliun itu.

“Iya sangat senang. Sebulan ini saja banyak pengunjung yang datang ke sini. Ya keuntungan semakin banyak juga sih,” tuturnya.

Meskipun tidak membeberkan detail peningkatan omsetnya selama pengoperasian bandara itu, Ani menyebut, pendapatannya meningkat hingga 50 persen dari hari-hari biasa sebelum bandara itu beroperasi.

“Syukur alhamdulillah ya. Rencananya, kalau sudah semakin ramai di sini, saya mau perluas rumah makan ini,” ucap perempuan berkerudung ini.

Gubernur Kaltim, Isran Noor mengisyaratkan, pengoperasian Bandara APT Pranoto akan membawa banyak dampak positif bagi pembangunan Benua Etam. Salah satunya, akan meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung di Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Timur, dan sejumlah daerah lainnya.

“Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi Kaltim didukung melalui pengembangan transportasi udara dapat semakin meningkat. Karena semakin banyaknya pendatang di daerah ini. Baik untuk koordinasi pekerjaan atau berwisata,” jelasnya. (*/um)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button