Kaltim

Marak Beredar, Ribuan Miras Dihancurkan

SAMARINDA – Pemkot Samarinda kembali melakukan pemusnahan minuman keras (miras) yang dilakukan di halaman parkir Balai Kota Samarinda, Jalan Kesuma Bangsa, Senin (26/11) kemarin. Tak tanggung-tanggung, jumlah miras yang dimusnahkan mencapai 4.286 botol dengan berbagai macam jenis dan merek.

Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang mengatakan, ribuan miras ini dikumpulkan hanya dalam tempo tiga hingga empat bulan. “Dengan adanya pemusnahan ini kami berharap dapat memberikan pembelajaran kepada masyarakat agar tidak lagi menjual miras. Karena mereka akan rugi sendiri. Ada proses hukumnya dan semua barang yang kami temui akan disita,” kata dia.

Jaang mengakui, selama sebulan terakhir penyitaan miras semakin marak. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan pengawasan. Terlebih sebentar lagi akan memasuki tahun baru. “Sudah saya instruksikan juga kepada aparat yang berwenang jangan sampai ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Selain itu, Jaang menyatakan, pihaknya juga akan menindaklanjuti dan mempelajari lebih mendalam mengenai perizinan toko-toko sembako yang ketahuan menjual miras. Baik itu dari tempat jualan hingga izin usahanya.

“Sedangkan mengenai alkohol yang kedapatan diperjualbelikan di warung. Sebenarnya itu boleh saja, hanya saja kerap disalahgunakan. Sering kami dapati bahkan di samping rumah jabatan wali kota,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyidik dan Penyelidikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Zulfikar Safari mengatakan, selain menyita miras pihaknya juga memidanakan 16 pemilik warung. Yang ketahuan menjual minuman memabukkan tersebut.

Para pemilik warung yang kedapatan menjual miras dikenai Perda Kota Samarinda Nomor 6 Tahun 2013 tentang miras. Pemusnahan miras sendiri berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda Nomor: 185/Pid.C/2018/PN Smr tanggal 1 November 2018 a/m Yudistira Dkk.

“Berdasarkan putusan tersebutlah kami memusnahkan ribuan miras tersebut. Miras tersebut didapat dari beberapa warung penjual sembako dan THM (tempat hiburan malam, Red.) di Samarinda. Untuk yang THM, ini sudah kedua kalinya kami dapati. Kalau kedapatan lagi, bisa saja izin usahanya dicabut,” kata dia.

Pria yang lebih akrab disapa Zul ini menyebut, pihaknya juga akan selalu melakukan penertiban dan koordinasi mengenai penertiban miras. Masyarakat juga harus tahu kalau peredaran miras itu harus sesuai izin wali kota, tempat, kandungan, dan komposisi yang boleh diperjualbelikan.

“Wali Kota juga telah menginstruksikan kepada semua instansi agar dapat mengantisipasi peredaran miras,” pungkasnya. (*/dev)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button