Feature

Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)

Menjalani program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Paskalia Evans Carolina Pio. Tak ingin menyimpannya sendiri, gadis asal Bontang ini membagikan suka duka dan pengalamannya untuk para pelajar Kota Taman.

====

PASKALIA Evans Carolina Pio atau karib disapa Carol Pio adalah peserta program pertukaran pelajar Youth Exchange Study Kenneth Lugar dari Bontang, Kalimantan Timur. Tiga bulan sejak berada di Orlando, Florida, Carol senang bisa merayakan Thanksgiving untuk pertama kalinya di Amerika.

Thanksgiving adalah perayaan tahunan Amerika yang selalu jatuh setiap Kamis di pekan keempat November. Perayaan ini adalah momen berkumpulnya keluarga besar dan mengucap syukur atas berkah sepanjang tahun. “Perayaannya bisa sederhana saja namun penuh kehangatan dan kebersamaan,” ucap Carol kepada Bontang Post.

Untuk merayakan Thanksgiving, sekolah meliburkan murid-muridnya dan Carol mendapatkan libur sembilan hari. Bagi dia, ini adalah kabar yang sangat menggembirakan. “Karena, berarti saya bisa leluasa menghabiskan waktu bersama keluarga untuk mempersiapkan perayaan dan merasakan kehangatan kumpul keluarga,” ujarnya.

HANGAT: Carol Pio (bawah, dua dari kanan) berfoto bersama keluarga angkatnya di Amerika.(Paskalia Evans Carolina Pio for Bontang Post)

Di Thanksgiving tahun ini keluarga angkat Carol, The Shelfers, “mudik” ke Asheville, North Carolina, untuk berkumpul dengan keluarga besar dari ibu angkat Carol, The Stumps.

Sepanjang perjalanan, Carol melintasi negara bagian Georgia dan South Carolina. Dirinya dimanjakan oleh bentangan hijau pohon-pohon yang perlahan berubah menjadi kuning oranye karena musim gugur. Sedangkan South Carolina pemandangan pohon-pohon berubah warna menjadi kuning, merah, dan oranye. “Kami mulai pada hari Jumat dan berkendara sekitar 7 jam untuk sampai di Atlanta, Georgia. Sebelum akhirnya kami tiba di North Carolina setelah perjalanan selama 4 jam,” kenangnya.

Setibanya di Asheville, Carol berangkat menuju rumah peristirahatan di area Lake Lure, sekitar 46 menit dari Asheville dengan mobil, sambil menunggu kedatangan keluarga besar dari Kansas dan Oklahoma. “Kami tiba dua hari lebih cepat sebelum Thanksgiving, jadi kami putuskan untuk jelajah area sekitar Lake Lure sejenak dan sambangi tempat-tempat wisata seperti Chimney Rock yang asik sekali untuk jalur hiking , Hendersonville yang penuh dengan artefak perang saudara dan Biltmore House, rumah pribadi terbesar di Amerika yang dibangun oleh George Vanderbilt dengan 250 kamar,” kata Carol antusias.

HARI THANKSGIVING

Thanksgiving tahun ini dirayakan 22 November. Sejak pagi, Carol dan keluarga besar sudah sibuk menyiapkan hidangan khas Thanksgiving, seperti kalkun panggang, kentang tumbuk, kuah kaldu, roti, saus cranberry, green bean casserole, macaroni keju, prosciutto dibungkus dengan keju mozzarella, dan sajian penutup cheesecake dan pia labu. Total ada 11 macam menu disiapkan.  “Peran saya kali ini bantu menyiapkan meja makan tempat sajian. Saya mengatur piring dan alat makan serta memotong bahan-bahan masakan,” katanya.

Sebelum menyantap hidangan, Carol sekeluarga bergandengan tangan dan mengucapkan hal-hal yang disyukuri sepanjang tahun ini. Para anggota keluarga juga sekaligus membagikan berita-berita bahagia seperti kehamilan sehingga satu sama lain dapat saling mengucapkan selamat dan saling mendoakan. “Sungguh, momen tersebut sangat menyentuh bagi saya. Karena saya merasa benar-benar menjadi bagian dari keluarga ini. Saya sendiri mengucapkan syukur yang tak terhingga karena saya bisa mendapatkan keluarga angkat yang begitu baik dan menganggap saya seperti anak sendiri,” ucap Carol yang kini bersekolah di West Orange High School, di Winter Garden, Florida.

Setelah ucapan syukur, waktunya makan bersama. Tradisi unik Thanksgiving adalah seluruh anggota keluarga harus makan sekenyang mungkin. Carol mengutip pepatah yang mengatakan “Siapkan celanamu yang besar untuk perutmu”.

Acara kemudian dilanjutkan dengan foto keluarga bersama dan melakukan permainan. Permainan yang dipilih kali ini adalah menyusun puzzle 1500 keping. “Ini puzzle terbesar yang pernah aku mainkan. Selain itu, kami juga bermain kartu dan menonton parade the Macy’s di televisi. Saya juga sempat bermain pingpong dan melihat rusa saat meluangkan waktu berjalan sejenak di daerah sekitar rumah peristirahatan yang saya tinggali,” katanya.

Bagi Carol, pengalaman merayakan Thanksgiving sungguh berkesan. Karena dengan perayaan ini, Carol bisa bertemu dengan hampir seluruh keluarga besar dari ibu angkat dan mengenal lebih dekat seluruh keluarga. Perayaan ini juga pengingat bagi Carol untuk selalu mensyukuri anugerah yang dimiliki. “Bersyukur berkesempatan menjadi peserta program Youth Exchange Study sekaligus mendapatkan pengalaman berharga hidup di Amerika dan belajar toleransi budaya langsung di lingkungan keluarga dan sekolah,” tukasnya.  (rw/bersambung)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button