Advertorial

Gagas Program Secara Terukur, CSR Pupuk Kaltim Usung Konsep Creating a Better Society 

DIREKTUR Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman memastikan, komitmen perusahaan dalam realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dalam aktivitas industri Pupuk Kaltim. Menurut Bakir, dukungan masyarakat sangat penting dalam menunjang keberlangsungan usaha, sehingga sudah seharusnya CSR dialokasikan secara merata dan menyentuh di seluruh bidang kehidupan masyarakat. Realisasi CSR Pupuk Kaltim terbagi pada beberapa sektor, di antaranya modal kerja bagi 279 mitra binaan yang tersebar di Pulau Kalimantan, bantuan hibah, bina lingkungan, dan bina wilayah.

Jika dirinci, realisasi bantuan Pupuk Kaltim sepanjang 2018 terbagi pada dua sektor utama, yakni CSR dan Creating Shared Value (CSV). Yaitu pengembangan program yang lebih terfokus dan berkesinambungan dari gagasan CSR. Realisasi tersebut dilihat pada pembinaan nelayan yang tergabung dalam Koperasi Nelayan (Kopnel) Bontang Eta Maritim (BEM) pada program Keramba Jaring Apung (KJA).

Di mana tahun ini difasilitasi sertifikasi Basic Safety Training (BST) serta Sertifikasi Ankapin III, sebagai persyaratan penerimaan bantuan kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kini masih dalam proses. Selain itu juga ada replikasi keberhasilan KJA di Tanjung Limau bagi nelayan Pulau Gusung, agar nelayan setempat juga memiliki nilai tambah dan penghasilan dari sektor budidaya.

Batik Beras Basah saat mendapat pengakuan Standar Nasional Indonesia.(FOTO HUMAS PUPUK KALTIM)

Inisiasi program Better Living in Malahing juga terus dikembangkan dengan lebih menyasar peningkatan kapasitas masyarakat dan lingkungan kawasan pesisir Bontang. Beragam pelatihan dan pemberdayaan masyarakat Malahing dikemas pada sejumlah kegiatan, baik pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga, peningkatan kapasitas nelayan, serta pengembangan sektor perikanan dengan beragam jenis usaha baru. Ditunjang program pendampingan kesehatan dengan mengajak warga Malahing menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk lebih peduli pada kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan. “Tahun sebelumnya kita fokus pembenahan kawasannya (Malahing), tahun ini kita menyasar peningkatan kapasitas masyarakatnya,” terang Bakir.

Terkait pemberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang beberapa waktu lalu mendapat perhatian Menteri BUMN RI Rini Soemarno, juga makin dikembangkan untuk lebih mengakomidir para penyandang disabilitas agar lebih mandiri. Dengan beberapa pengembangan lini usaha baru.

Wujud konsistensi secara berkesinambungan itu pula mengantarkan Pupuk Kaltim mempertahankan predikat Platinum pada Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA). Didasari sejumlah prakarsa dan inisiasi program CSR yang dinilai menyasar secara tepat, khususnya pemberdayaan masyarakat dan berbasis lingkungan. Penghargaan tertinggi dibarengi 1 Platium, 5 Gold, dan 3 Silver untuk kategori program perusahaan. Serta predikat terbaik 2 kategori perorangan melalui dua mitra binaan perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo (kanan) saat menerima Gold Grand Program pada ISDA 2018.(FOTO HUMAS PUPUK KALTIM)

Disusul apresiasi International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, melalui penghargaan ICSB Presidential Award 2018, kategori Bussiness Practitioner. Penghargaan ini berkat komitmen Pupuk Kaltim dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Bontang dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Tak hanya itu, kepedulian terhadap lingkungan juga dikembangkan dengan peresmian area konservasi terumbu buatan di kawasan Tobok Batang bersama Pemkot Bontang. Ini merupakan wujud komitmen Pupuk Kaltim dalam menjaga kelestarian ekosistem dan biota laut sejak 2009. Komitmen itu juga dilaksanakan melalui pelatihan pembuatan dan transplantasi terumbu buatan bagi kelompok nelayan binaan dan insan perusahaan.

Agar turut aktif menjaga kelestarian biota laut, termasuk perluasan area konservasi mangrove di kawasan HGB 65 Kelurahan Loktuan Bontang Utara dengan penanaman 45.100 bibit baru. Bahkan mampu melebihi target hingga 113 persen dengan pemberdayaan kelompok Tani Hutan Sumber Cahaya RT 25 Kelurahan Loktuan. “Pupuk Kaltim juga mereintroduksi 1.000 anggrek hitam hasil pengembangan laboratorium kultur jaringan ke Taman Nasional Kutai (TNK). Setelah sempat punah pada 2005 lalu akibat kebakaran di kawasan tersebut,” tambah Bakir.

Direktur Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana dalam acara reintroduksi 1.000 Anggrek Hitam ke TNK.(FOTO HUMAS PUPUK KALTIM)

Program lain yang turut dilaksanakan secara konsisten satu tahun terakhir adalah beasiswa Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan, bagi anak kurang mampu di kawasan buffer zone. Ratusan anak berprestasi mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi difasilitasi pembiayaan penuh oleh Pupuk Kaltim untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Khusus SD dan SMP, difasilitasi bersekolah di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) dan kini telah diikuti ratusan siswa dari Kelurahan Loktuan dan Guntung sebagai kawasan terdekat. Program ini juga dukungan Pupuk Kaltim terhadap visi Smart City gagasan Pemkot Bontang, melalui peningkatan kualitas pendidikan agar anak memiliki daya saing serta intelektualitas tinggi.

Begitu pula dalam hal kesehatan, Pupuk Kaltim secara maraton menggelar berbagai kegiatan berupa pembinaan Indeks Keluarga Sehat, pemberian makanan tambahan bagi balita dan lansia, pelatihan kader kesehatan remaja dalam menekan HIV/AIDS dan narkoba, hingga pelayanan dan promosi kesehatan. Ditunjang pemberian fasilitas mobil kesehatan keliling bagi Puskesmas Bontang Utara 2. Termasuk mengatasi masalah sanitasi dengan penerapan teknologi tepat guna, berupa Jamban Pesisir Sederhana (JPS) bagi warga pesisir Selambai Loktuan. Upaya ini dalam mendukung Bontang sebagai Kota Sehat dan Indonesia Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Tahun 2019. “Pendidikan dan kesehatan merupakan hak dasar bagi masyarakat yang wajib dipenuhi. Pupuk Kaltim hadir untuk itu, sebagai wujud kepedulian serta kontribusi perusahaan bagi masyarakat,” papar Bakir.

Dalam hal peningkatan daya saing produk mitra binaan, Pupuk Kaltim memfasilitasi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Batik Beras Basah yang menjadi produk batik pertama di Kaltim. Di mana sudah mendapatkan pengakuan tersebut dari Badan Standarisasi Nasional (BSN). Sertifikasi SNI Batik Beras Basah juga merupakan wujud lain komitmen Pupuk Kaltim dalam mengangkat kearifan lokal, sekaligus peran aktif perusahaan dalam penerapan SNI di setiap lini.

Tak hanya pada produk yang dihasilkan oleh Pupuk Kaltim, tapi juga bagi mitra binaan di Bontang dan Kaltim agar menghasilkan produk berkualitas sesuai kaidah dan standarisasi SNI. Sehingga mampu meningkatkan nilai dan daya saing. “Konsistensi jaminan mutu juga dirancang melalui roadmap 2017-2021, baik untuk seluruh proses produksi Pupuk Kaltim sesuai kaidah SNI maupun ISO, termasuk seluruh produk mitra binaan secara bertahap,” lanjut Bakir.

Komitmen ini, tak akan lepas dan terus menjadi bagian dari tanggung jawab Pupuk Kaltim kepada masyarakat. Juga merupakan wujud peran serta perusahaan dalam pembangunan masyarakat di Bontang dan Kaltim. Sehingga manfaat yang diberikan Pupuk Kaltim nyata dirasakan, sesuai tema besar Creating a Better Society. “Kami ingin manfaat yang diberikan Pupuk Kaltim benar-benar dirasakan, agar gagasan untuk menjadikan masyarakat lebih baik bukan hanya sekadar jargon tanpa aksi nyata,” pungkas Bakir. (ra/adv)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button