Olahraga

Bungkam PPU, Kutim Menatap Semifinal

SANGATTA – Tim Sepak Bola Kutai Timur (Kutim) akhirnya bernafas lega. Pasalnya, skuat asuhan pelatih Jhoni Rining itu berhasil melenggang ke babak 4 besar atau semi final cabang olahraga (cabor) sepak bola Porprov VI/Kaltim 2018 yang berlangsung di Stadion Utama Kudungga, Jumat (7/12/) malam.

Di laga penentuan sekaligus terakhir di Grup A tersebut Kutim wajib mendulang poin untuk kans lolos ke babak berikutnya. Hasilnya Kutim mengandaskan perlawanan Penajam Paser Utara (PPU) dengan skor 3-1.

Kemenangan ini pun membuat Kutim sebagai runner-up grup A mendampingi Balikpapan yang keluar sebagai juara grup. Setelah di pertandingan sore sebelumnya meraup poin maksimal 9, yang merupakan hasil tiga kemenangan. Dengan mencukur Kutai Barat (Kubar) dengan skor telak 4-0 pada partai terakhir.

Tiga gol Kutim dilesakkan masing-masing oleh M Nur menit ke-5 lewat tandukan keras menghujam gawang PPU di babak pertama. Namun PPU membalas gol lewat Muhammad Ihsan di menit ke-45 sebelum peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup.

Pada babak kedua, Kutim kembali mencetak gol tepatnya di menit ke-64. Berawal dari umpan lambung Kapten Kutim Al Jabar Ilmi ke sayap kiri yang diterima oleh Syarif  sembari mengecoh pertahanan PPU. Selanjutnya mengirim bola ke tengah yang diterima oleh M Faisal langsung menembak ke pojok kiri gawang.

Pundi gol Kutim bertambah setelah M Nur mencatatkan gol ke papan skor lewat sepakan keras memanfaatkan umpan dari bola mati tendangan beas.

Selepas pertandingan, Pelatih Kutim Jhoni Rining mengaku cukup senang dengan raihan tiga poin sekaligus membawa Kutim ke semifinal. “Ini hasil perjuangan keras anak-anak. Mereka bisa menjalankan permainan sesuai intruksi yaitu bagaimana seorang pemain bisa mencetak gol,” sebut Jhoni.

Disinggung permainan anak asuhnya, Jhoni mengutarakan para pemain tidak grogi. Melainkan justru bermain lebih lepas. “Mereka bermain tenang dengan kepercayaan diri,” tambahnya.

Untuk strategi semifinal Jhoni masih belum banyak berkomentar. Pasalnya pihaknya masih melihat calon lawan Kutim di posisi juara Grup B yang akan bertanding Sabtu (8/12) kemarin yang saat berita ini ditulis belum memunculkan hasil. “Untuk sekarang masih belum, saya masih merancang tim ini. Kami mau recovery dan fokus konsentrasi latihan,” jelasnya.

Sementara itu Pelatih PPU Subianto mengungkapkan, meski kalah, timnya mampu mengimbangi permainan Kutim. Hanya saja pada sektor pertahanan diakuinya PPU sangat lemah. “Ini menjadi hasil buruk perjalanan PPU selama mengikuti Porprov. Empat tahun lalu justru menjadi catatan manis di Porprov V karena kami berhasil menjadi runner-up grup,” ungkapnya.

Dia pun merasa bertanggung jawab atas kekalahan ini. Persiapan PPU di Porprov ini juga tidak asal-asalan akan tetapi tetap matang. Tetapi lantaran kurangnya tukang juru gedor membuat PPU minim kreasi serangan. “Para pemain PPU sebagian ada yang masih memperkuat di Pusamania Borneo FC. Baru tanggal 26 Desember selesai. Ya kami terpaksa tidak bisa menggunakan jasa mereka,” ujarnya.

Selain itu, tim PPU ini yang berkumpul di Sangatta dianggapnya kurang persiapan. Menurut Subianto, tim PPU hanya ingin menambah slot peserta di cabor sepak bola. “Kami realistis. Organisasi tim berjalan kurang kompak karena waktu yang mepet. Kami tidak mendulang poin, dari tiga laga kami kebobolan 9 gol. Setiap satu pertandingan yang dihadapi bersarang 3 gol,” ungkapnya.

Terakhir setelah gagal lolos, Subiato selanjutnya akan mendampingi anak asuhnya untuk mengikuti seleksi tim Pra PON yang akan diajukan ke Asprov PSSI Kaltim. (dy/hms)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button