Kaltim

Kenaikkan Tarif Tiket Pesawat Dianggap Wajar 

SAMARINDA – Libur natal dan tahun tahun baru benar-benar mendongkrak harga jual tiket pesawat di Kaltim. Kenaikan itu terjadi di semua maspakai penerbangan. Seperti rute penerbangan Samarinda-Jakarta, tarifnya bahkan sudah menyentuh di angka Rp 2 juta.

Meski begitu, Gubernur Kaltim Isran Noor, menilai kenaikkan tarif pesawat tersebut masih terbilang wajar. Selain itu, kenaikan harga itu juga masih berada di bawah tarif batas atas (TBA) yang sudah ditentukan Menteri Perhubungan (Menhub).

Pernyataan itu disampaikan Isran sebagaimana hasil yang disampaikan para maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandar Udara (Bandara) APT Pranoto Samarinda pada rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kaltim, Kamis (13/12) kemarin.

Rapat itu, kata Isran, sekaligus membahas upaya pengendalian terhadap inflasi di akhir tahun 2018. Dari rapat itu, diakuinya, dampak kenaikan harga tiket pesawat memang yang paling banyak dilaporkan para stakeholder terkait yang tergabung di dalam TPID.

JADI PILIHAN: Libur natal dan tahun baru membuat harga tiket pesawat di setiap maskapai penerbangan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Termasuk penerbangan di Bandara APT Pranoto.(FOTO: DOK/METRO SAMARINDA)

“Tapi enggak apa-apa, namanya musiman kan biasa. Namanya hari natal, tahun baru, kebetulan libur sekolah, tentu permintaan tinggi. Berlakulah hukum ekonomi,” ujar Isran.

Walau begitu, Isran menekankan, agar semua stakeholder terkait, terutama para pelaku bisnis di dunia perbangan tidak menerapkan tarif di luar TBA. Terutama dari manajemen maspakai Lion Air yang paling banyak digunakan jasanya oleh masyarakat.

“Seperti perusahaan Lion Air, kita harapkan tidak menaikkan harga di atas tarif batas atas. Upaya pengendalian semaksimal mungkin tetap kita lakukan. Tapi kenaikan harga sekarang belum melampaui batas atas yang sudah ditetapkan,” tuturnya.

Isran sendiri enggan menekan setiap maskapai penerbangan agar menurunkan tarif. Ia beralasan, sepanjang tarif yang ada sekarang ini tidak melebihi batas ketentuan. Di sisi lain, jika maspakai penerbangan terlalu diintervensi, maka dikhawatirkan akan membuat maskapai merugi.

“Kita hanya berusaha supaya harga tidak melampaui tarif batas atas. Kalau batas bawah, ya enggak masalah. Kalaupun bisa di bawah batas bawah, ya enggak apa-apa. Tapi kasihan juga perusahaan penerbangan,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Salman Lumoindong mengaku, kenaikan tarif penjualan tiket pesawat belum ada yang melewati TBA. Hal itu telah dikaji bersama dengan para maspakai penerbangan.

“Sudah kita hitung sama-sama. Kenaikkan dari Rp 2,1 juta hingga Rp 2,2 juta masih di bawah ambang batas. Nilai itu sudah termasuk pajak. Karena tarif dasarnya sekitar Rp 1,8 juta,” jelasnya.

Meski begitu, Salman mengaku, dalam rapat kemarin ia sempat melayangkan beberapa pertanyaan kepada maskapai Lion Air. Salah satunya terkait rute penerbangan Jakarta-Samarinda yang belum masuk dalam surat keputusan (SK) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait tarif TBA dan tarif batas bawah (TBB).

“Setelah saya hitung-hitung, ada perbedaan tarif antara Jakarta-Samarinda dan Jakarta-Balikpapan berkisar antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Dan itu sempat saya tanyakan kepada Lion Air,” tutur dia.

Dalam kesempatan itu, beberapa maskapai menyebut, barometer penentuan kenaikan tarif dilihat dari beberapa hal. Di antaranya harga bahan bakar minyak (BBM), jarak tempuh, jenis pesawat, serta rute populer dan tidak populer.

“Misalnya, tujuan Samarinda-Jakarta selalu penuh. Sebaliknya, Jakarta-Samarinda, penumpang biasanya tidak terlalu penuh. Cuman dari waktu tempuh (antara Balikpapan-Jakarta dan Samarinda-Jakarta) juga tidak terlalu jauh hanya 1 jam 55 menit,” katanya.

Ia mengingatkan, agar semua maskapai tidak mencoba-coba untuk menaikkan tarif melebihi TBA. Sebab jika ada maskapai yang melanggar itu, maka maskapai terkait dapat diberikan sanksi.

“Jika ada maskapai yang menaikkan tarif melebihi batas atas yang telah ditentukan, maka akan ada sanksi dari Menhub melalui Otoritas Penerbangan,” tegasnya. (drh)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button