Bontang

Kedatangan Kapal Molor, Penumpang Jenuh

KEDATANGAN kapal KM Binaiya di pelabuhan Loktuan tidak sesuai jadwal. Pada informasi yang diberikan oleh PT Pelni, kapal bersandar pada pukul 00.01 Wita. Namun, kenyataannya kapal tiba pukul 03.30 Wita.

Keterlambatan ini dikeluhkan oleh para penumpang kapal dengan rute Bontang-Awerange-Makassar-Labuan Bajo-Bima-Benoa-Waingapu tersebut. Budi Siregar, penumpang yang hendak menuju Polewali Mandar ini menyayangkan ketidaktepatan waktu kedatangan kapal.

Ia merasa jenuh harus menunggu. Dikarenakan tiba di Pelabuhan Loktuan sejak pukul 22.00 Wita. “Ada informasi kapal berangkat pukul 01.00 Wita ternyata belum datang juga. Kemudian diberitahukan satu jam berikutnya, ternyata hasilnya nihil juga,” kata Budi saat ditemui Bontang Post di depan pintu ruang tunggu pelabuhan, Selasa (18/12) dini hari.

Sembari menunggu, Budi memilih tidur beralaskan spanduk yang tidak terpakai. Ia mengaku datang di Bontang sejak empat hari lalu. Mengingat salah satu anaknya berada di Kota Taman.

“Kunjungan ke sini karena ingin bertemu anak. Dia tinggal di gang Tipalayo, Berebas Tengah,”ujarnya.

Senada, Herman penumpang KM Binaiya pun mengalami kejenuhan serupa. Pria yang berasal dari Wahau ini bahkan telah tiba di pelabuhan sejak Senin (17/12) pukul 01.00 Wita.

“Sudah sehari menunggu di sini ternyata kapal juga berangkat terlambat,” ungkap Herman.

Keberangkatannya bertujuan untuk mengisi cuti liburan kerja. Pria yang mengaku sebagai tenaga borongan ini pun bakal merayakan Natal bersama keluarga di Bima.

Berbeda, penumpang bernama Oleng dari Bengalon justru pasrah dengan keterlambatan kedatangan kapal. Ia mengaku tiba di pelabuhan pada Senin (17/12) pukul 13.00 Wita.

“Tidak apa-apa menunggu, karena sudah membeli tiket juga mau bagaimana,” kata pria yang hendak bertolak menuju Bulukumba ini.

Nahkoda KM Binaiya Kapten Ali Bathin mengatakan, keterlambatan kapal disebabkan faktor angin yang kencang. Hal ini mempengaruhi kecepatan kapal. “Biasanya kecepatan 11,5 knot tetapi karena angin yang kencang jadi turun menjadi 10 knot,” kata Ali saat ditemui di ruang kemudi kapal.

Namun, perjalanan menuju Awerange dipastikan tidak berpengaruh. Mengingat arah angin berasal dari utara. Sehingga laju kapal justru terdorong oleh angin tersebut.

“Ini nanti bisa sampai 12,5 knot karena dibantu angin,” pungkasnya (ak)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button