Bontang

Lingkaran Setan Bisnis Narkoba

BONTANG – Setiap pekan nyaris ada saja pengedar maupun pemakai narkoba yang diringkus jajaran Polres Bontang. Tapi, bisnis haram narkoba tak berhenti dan terus terjadi bak lingkaran setan.

Teranyar, Sat Reskoba menangkap dua pengedar, Herman (29) dan Saiful (24). Jumlahnya barang bukti yang cukup besar, yakni, 179,37 gram. Pemuda pengangguran tersebut diringkus di Jalan Kapal Niaga, RT 52, Kelurahan Loktuan.

Dari catatan kepolisian, Herman sebelumnya sempat diamankan. Namun dilepas, karena tidak terbukti. Namun, kali ini dia tidak berkutik, karena tertangkap basah.

“Satu tersangka yang berasal dari Muara Badak (Herman, Red) dulu sempat kami amankan, tetapi temannya yang memiliki sabu. Maka dia hanya sebagai saksi,” jelas Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kasat Resnarkoba AKP Ngurah, Kamis (20/12) kemarin.

Kata dia, rata-rata alasan pengedar nekat mengedarkan barang haram tersebut karena ekonomi. Sebab, mereka dapat keuntungan dari berjualan. Ditambah bisa menikmati sabu yang ia jual tanpa mengeluarkan biaya.

Ditambahkan Kasubag Humas Iptu Suyono, saat ditangkap kedua tersangka sedang berada di dalam rumah. Penggeledahan pun dilakukan dan ditemukan 8 bungkus plastik klip warna bening berisi butiran kristal jenis sabu, 6 bungkus plastik klip, timbangan digital, satu plastik bening, dan satu potongan sendok warna putih.

Aparat juga mendapati dua potongan sedotan warna putih berujung runcing, satu korek gas, dua buah mangkuk, satu alat isap sabu, tiga telepon seluler, serta satu buah tas warna hijau. Semua barang bukti tersebut ditemukan di kamar tersangka. “Kedua tersangka pun mengakui kepemilikannya,” ujarnya.

Mengingat barang bukti yang ditemukan cukup banyak, kedua tersangka disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) UU 35/2009 tentang narkotika. “Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” pungkasnya. (mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button