Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

 “Kenaikan itu sudah cukup bagus. Karena di tahun-tahun sebelumnya, tingkat okupansi hotel di Samarinda berada di bawah 50 persen. Dan itu cukup kami syukuri”. Wied Paramartha (Ketua IHGMA Samarinda)

SAMARINDA – Bisnis perhotelan di Samarinda diprediksi bakal tumbuh positif di 2019. Pertumbuhan ekonomi daerah yang secara perlahan mulai membaik dalam dua tahun terakhir diyakini bakal terus berlangsung hingga tahun depan.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Samarinda, Wied Paramartha mengaku, pelaku bisnis perhotelan cukup bersyukur dengan geliat ekonomi yang terus tumbuh. Itu menjadi angin segar bagi bisnis perhotelan di Samarinda.

“Ekonomi Kaltim bisa tumbuh, kami sudah cukup bersyukur. Walaupun kita bandingkan antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang ada sekarang, pertumbuhannya antara 2 sampai 2,5 persen,” kata, Jumat (21/12) kemarin.

Bercermin dari hal itu, IHGMA optimistis dunia industri pariwisata di Samarinda ataupun Kaltim pada 2019 akan tumbuh lebih baik dari tahun 2018. Meski para pelaku bisnis perhotelan harus ikhlas berbagi kue dikarenakan mulai banyaknya investor yang berinvestasi di sektor jasa perhotelan.

“Pemerintah provinsi dan pemerintah kota, juga semakin membuka investor baru. Tetapi dari asosiasi kami, IHGMA tetap memberikan masukan supaya di Samarinda membuka investor untuk perhotelan bintang tiga ke atas. Jangan bintang duanya. Ataupun budget hotel,” tuturnya.

Baca Juga:  Masalah Tambang Minim Sorotan, Para Korban Tambang Ancam Golput  

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada para pelaku jasa perhotelan bintang tiga ke bawah atau budget hotel. Sebab, dengan pertumbuhan bisnis perhotelan sekarang ini, persaingan antar pelaku bisnis juag semakin ketat.

“Mereka (hotel bintang tiga ke bawah, Red.) juga bagian dari kami semua yang harus mencicipi kue pariwisata. Khususnya perhotelan. Itu yang kami rekomendasikan kepada pemerintah,” kata dia.

Salah satu tantangan yang mesti segera diurai pelaku bisnis perhotelan di Samarinda dan Kaltim di 2019, yakni mulai fokus pada market segment mix. Sektor itu dirasa perlu digarap serius, karena market segment itu yang belum banyak dimiliki semua hotel.

“Ini yang harus digarap dengan serius. Karena bagaimanapun, market segment yang lainnya sudah hampir semua punya. Tetapi market mix ini yang harus jadi challenge kita semua,” sebutnya.

Baca Juga:  Pendaftaran Bawaslu Kaltim Dibuka

Untuk merealisasikan itu, Wied mengaku, sudah sering menyampaikan kepada setiap pelaku usaha bisnis perhotelan. Untuk segera mempunyai tenaga ahli atau sertifikasi di segment mix. Pasalnya, untuk beberapa bidang lainnya, hampir semua dimiliki semua hotel.

“Kalau di bidang sales marketing, udah banyak yang punya. Kami (di Hotel Aston Samarinda, Red.) sudah banyak juga. Fokus di 2019 dan di tahun-tahun mendatang, segment mix sudah harus dipikirkan lebih serius lagi,” imbuhnya.

Ia menerangkan, jika berkaca dari 2014 sampai 2016 lalu, kenaikan jumlah okupansi perhotelan di Samarinda mengalami kenaikan yang cukup berarti selama tahun 2017 dan 2018. Pada 2017 lalu misalnya, okupansi hotel naik di atas 50 sampai 55 persen.

Baca Juga:  Rita Tersangka, KPK Amankan USD 5 Ribu

“Kenaikan itu sudah cukup bagus. Karena di tahun-tahun sebelumnya, tingkat okupansi hotel di Samarinda berada di bawah 50 persen. Dan itu cukup kami syukuri,” ujarnya.

Hal lain yang mesti diperhatikan setiap pelaku bisnis perhotelan yakni fokus menjaga dan memperhatikan tingkat daya beli masyarakat di perhotelan. Bila perlu, seiring pertumbuhan ekonomi sekarang, setiap hotel juga perlu menaikkan daya beli terhadap jasa tersebut.

“Kami di IHGMA ada kesepakatan untuk menjaga harga di Samarinda. Supaya tidak seperti harga di tempat yang lain. Artinya kami sudah punya standar, ini bintang dua, bintang tiga dan bintang empat. Supaya enggak bertabrakan. Kami akan jaga itu dan sudah berkomitmen,” sebut General Manager Hotel Aston Samarinda ini. (drh)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close